Pengembangan Bawang Merah di Bolmong Sesuai Mekanisme dan Perencanaan
BOLMORA.COM, BOLMONG — Kepala Dinas Pertanian (Distan) Bolmong Remon Ratu, menyampaikan bahwa di Tahun 2020 Kabupaten Bolmong mendapat kucuran Dana Insentif Daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN sebesar 2,6 Miliar dan telah disalurkan sesuai program dengan mekanisme dan perencanaan.
“DID masuk pada bulan oktober sebesar 2,6 miliar. Dalam dana tersebut ada program pengembangan tanaman bawang merah, serta ada dana untuk pembangunan gedung pasca panen yang kurang lebih sebesar Rp 192 juta,” kata Remon.
Untuk pengembangan tanaman bawang merah lanjut Remon, pihaknya mengalokasikan di empat Kecamatan dengan jumlah kelompok penerima sebanyak 9 kelompok petani bawang merah. Selain itu, Remon juga menjelaskan, bahwa pengembangan tanaman bawang merah ini, dipilih lokasi pengembangannya di dataran tinggi dan ada juga pengembangan bawang merah di dataran rendah.
“Itu dilihat dari kondisi lahan, sebab di empat kecamatan tersebut kami melihat letak geografisnya. Untuk pengembangan bawang merah ini, ada dataran rendah dan dataran tinggi. Jadi tidak hanya terfokus pada satu kecamatan saja,” jelas Remon.
Di Daerah Bolmong lanjutnya, untuk dataran tinggi hanya ada satu kecamatan, yakni Kecamatan Passi Timur, dan untuk dataran rendah terbagi di Kecamatan Lolak, Kecamatan Lolayan dan Kecamatan Dumoga.
Ia menambahkan, memang tidak semua kelompok yang mengusulkan belum dapat diakomodir. “Ini kita lakukan dulu uji coba untuk kondisi lahan pertanian di Bolmong yang seperti ini, dan ternyata dari hasil yang ada, berdampak positif bagi masyarakat. Terutama kebutuhan bawang merah di Bolmong dan sekitarnya,” terang Remon.
Apalagi kata dia pada tahun kemarin, harga bawang merah cukup meroket sampai di kisaran 70 hingga 80 ribu per kilonya. “Nah dengan adanya program ini dampak positif bagi masyarakat cukup terasa,” jelas Remon.
Ia mengaku bersyukur karena program tersebut berjalan dengan baik. “Program ini sudah selesai dan berjalan baik. Pemeriksaan inspektorat Pemkab Bolmong dan BPK secara sampling mewakili empat kecamatan tidak ada temuan,” pungkasnya.
(Agung)



