Pemkab Bolsel Gelar Pertemuan Membahas Penanganan Stunting

0
393
Pagi ini Sekretaris Daerah Kabupaten Bolsel Bpk.Marzanzius Arvan Ohy,S.STP Pimpin Rapat Bersama Tim Lintas OPD dalam Rangka Penurunan Stunting
Pertemuan rembuk stunting tingkat kabupaten yang dibuka oleh Bupati Bolsel Iskandara Kamaru
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLSEL Pemkab Bolsel (Bolaang Mongondow Selatan) terus berupaya menekan angka penurunan stunting secara nasional. Hal itu terpantau dengan dilaksakananya pertemuan LP/LS Kemitraan dan Forum Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting (Rembuk Stunting) tingkat kabupaten, yang digelar di auditorium lantai tiga kantor bupati, Panango Desa Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki.

Kegiatan yang dibuka Bupati Iskandar Kamaru, didampingi Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid dan Sekda marzanzius Arvan Ohy, turut dihadiri Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii, para Asisten dan kepala OPD, Korkab P3MD Bolsel Lucky Chandra Makalalag, para pendambping desa, serta para kepala desa yang melaksanakan kegiatan pencegahan dan penuntasan stunting di lima kecamatan.

Dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut, bupati  mengatakan bahwa pemerintah terus bekerja keras mengatasi masalah stunting atau gizi buruk pada anak. Sebab, kekurangan gizi dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, baik terhadap ibu maupun bayinya. Olehnya, rembuk stunting merupakan upaya pembinaan, pengawasan kinerja oleh pemerintah kabupaten/kota dalam percepatan penurunan stunting, sebagai salah satu prioritas kerja secara nasional. Hal ini menjadi penilaian Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) bagi pemerintah daerah kabupaten/kota, dalam upaya penurunan angka stunting secara terintegrasi.

“Jadi, ada penilaian kinerja bagi daerah yang memiliki kemajuan dalam memperbaiki konvergensi intervensi gizi, baik itu gizi spesifik atau gizi sensitif,” ungkap Iskandar.

Dijelaskan, stunting adalah gangguan kesehatan pada bayi akibat kurang gizi kronik. Balita dan baduta (Bayi dibawah usia dua tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal. Sehingga, menjadkan anak lebih rentan terhadap penyakit, dan nantinya di masa depan dapat berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas, yang secara luas akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, menaikkan tingkat kemiskinan dan memperlebar ketimpangan. Karena itu, permasalahan stunting harus ditangani secara serius untuk menghindari hilangnya sebuah generasi.

“Melalui rembuk stunting ini, diharapkan kita semua dapat semakin bersemangat dalam memberikan kontribusi terhadap solusi penanganan stunting,’ imbuh Iskandar.

Sebagaimana diketahui, pemerintah daerah harus menyelesaikan 8 aksi yang berkaitan dengan program stunting.

“Adapun kegiatan hari ini merupakan aksi ke-3 (Rembuk Stunting), sebagai lanjutan dari aksi 1 (Analisis situasi program penurunan stunting) dan 2 (Penyusunan rencana kegiatan),” pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya pada Rabu (24/6/2020), dilaksanakan juga rapat koordinasi bersama tim tintas OPD dalam rangka penagnanan dan penurunan stunting, yang dipimpin oleh Sekda Bolsel Marzanzius Arvan Ohy.

Pada kesempatan itu dilakukan juga penandatanganan berita acara pelaksanaan rembuk stunting tingkat Kabupaten Bolsel dalam rangka RAD konvergensi stunting oleh Bupati Iskandar Kamaru, Ketua DPRD Arifin Olii, dan seluruh OPD terkait dan tenaga ahli pendamping desa Kabupaten Bolsel.

(Gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here