Warga Lingkar Tambang Keluhkan Perekrutan Karyawan di PT ASA
BOLMORA, BOLTIM – Aroma tak sedap kembali terendus berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan logam mulia di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Arus keluhan dari masyarakat lingkar tambang pun tak terbendung. Perekrutan karyawan perusahaan PT Arafura Surya Alam (ASA), jadi pemantik.
Berdasarkan informasi terangkum media ini, kebanyakan tenaga kerja yang didatangkan pihak perusahaan berasal dari luar daerah. Hal ini pun menuai seribu tanya bagi publik di lingkar tambang.
Diketahui, banyak warga yang telah memasukkan lamaran kerja melalui email perusahan. Namun, hingga saat ini belum juga ada jawaban. Ironisnya, sudah banyak tenaga kerja yang baru dari luar daerah, justru mulai bekerja.
Menyikapi masalha ini, toko masyarakat Kotabunan Hartono Liem, angkat bicara. Menurut dia, perusahaan seharusnya memberdayakan warga lingkar tambang. Sebab, kalau hanya untuk tenaga driver (sopir), warga setempat banyak yang bisa.
“Untuk driver, perusahaan seharusnya mengutamakan pekerja lokal. Bukan sebaliknya. Saat ini malahan yang diterima bekerja adalah orang-orang dari luar daerah,” kata Liem, saat bersua dengan sejulah awak media, Rabu (9/5) lalu.
Ia menekankan, perusahaan semestinya mengakomodir putra daerah terlebih dahulu.
“Hal ini saya nilai sangat penting untuk diperhatikan oleh pihak perusahaan, sehingga asas manfaat bisa dirasakan masyarakat,” cetusnya.
Nada yang sama disampaikan Ai Koto, warga Desa Kotabunan Barat. Kata dia, jika alasan perusahaan sarana yang dipakai adalah mobil dari luar daerah, maka itu harus disosialisasikan ke pemilik kendaraan.
“Semestinya pihak perusahaan jelaskan ke owner mobil jika drivernya harus warga lingkar tambang. Bukan memakai driver dari luar,” sebut Koto.
Hingga berita ini dipublis, pihak PT ASA melalui bagian HRD masig belum bisa dikonfirmasi. Bahkan, meski awak media bertandang ke ruang kerjanya, tetap tidak membuakan hasil. Yang bersangkutan tidak berada di tempat.
“Pak Riki dan mas Eko sedang keluar. Saya tidak bisa memberikan pernyataan,” tutur salah satu staf PT.ASA, yang diketahui bernama Agung.(ayax vay)



