Warga Kecamatan Bilalang Apresiasi Kegiatan TMMD 98
BOLMORA, BOLMONG – Peran prajurit TNI sebagai aparat penjaga stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memang sangat penting, bahkan mereka dituntut untuk selalu siap siaga, dan menjadi suri tauladan di mata masyarakat.
Tak hanya sebatas itu, peran TNI dalam membantu tugas pemerintah daerah juga dibutuhkan, sehingga Pemerintah Pusat membentuk program nasional TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), sebagai bentuk sumbangsih Bhakti Sosial TNI kepada masyarakat. Tujuannya mendorong percepatan pembangunan daerah, terutama di desa-desa tertinggal. Dengan harapan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat pedesaan.
TMMD merupakan, wujud kemandirian, kedisplinan dan kemanunggalan anggota prajurit TNI, berperan aktif membantu peningkatan infrastruktur desa, sekaligus membina keamanan di wilayah desa dan kecamatan.
Program ini rutin dilaksanakan TNI AD setiap tahunnya, dan sudah berlangsung sejak 35 Tahun silam. Eksistensinya bersama rakyat, terus menunjukan kemajuan bagi daerah-daerah tertinggal hingga keseluruh pelosok desa di Indonesia.
Saat ini kegiatan TMMD ke 98 sedang berjalan di Desa Apado, Tuduaog dan Desa Kolingangaan, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Provinsi Sulawesi Utara. Resmi dibuka pada Rabu, 05 April 2017 lalu, di lapangan olahraga Kecamatan Bilalang.
Ketiga desa tersebut dipilih sebagai program TMMD, karena kondisinya yang memprihatinkan, mulai dari kondisi jalan desa yang tidak memadai, hingga fasilitas umum seperti Mandi Cuci Kakus (MCK) saja tidak ada. Mirisnya lagi rumah-rumah penduduk yang begitu sederhana. Bahkan, tak ada WCnya.
Sehingganya Kodim 1303 Bolmong merasa terpanggil dan merekomendasikan desa tersebut masuk untuk masuk dalam program TMMD ke 98. Dengan sasaran pembangunan yakni, perkerasan akses jalan penghubung desa, antara Desa Tuduaog Baru ke Desa Kolingangaan, sepanjang 5000 meter, lebar 3,5 meter.
Lainnya, rehab masjid Desa Apado, pembangunan kantor Tiga Pilar di Desa Tuduaog Baru, pembuatan jambanisasi (MCK), sebanyak 150 unit untuk keluarga tidak mampu, dan rehab jembatan Desa Kolingangaan.
Kegiatan TMMD berlangsung selama sebulan penuh, pekerjaannya pun dibantu oleh masyarakat sekitar, Instansi dari Pemkab Bolmong, Kepolisian Resort Bolmong, tenaga penyuluh, pihak Kecamatan dan pasukan gabungan dari TNI Angkatan Udara, dan Angkatan Laut.
Komandan Kodim (Dandim)1303 Letkol Inf Sampang Sihotang saat jumpa pers, Senin, (01/05/2017) mengatakan, melihat kondisi desa tersebut sehingga pihaknya terpanggil dan merekomendasikan kegiatan TMMD di desa tersebut.
“Kondisi tiga desa di Kecamatan Bilalang memang memprihatinkan, setelah kami turun survey, beberapa infrastruktur desa memang rusak parah, seperti kondisi jalan yang tak layak lagi digunakan, tak adanya jambanisasi yang layak, dan kondisi lainnya, “ucap Dandim.
Lanjutnya, sebagian masyarakat menyampaikan aspirasinya tentang kondisi desa, menanggapi hal tersebut, pihak Kodim 1303 Bolmong pun langsung berkordinasi dengan pemerintah kabupaten, dengan usulan pekerjaan pengerasan jalan desa, pembuatan jambanisasi dan rehab rumah ibadah, serta rehab jembatan.
“Adapun usulan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan desa, karena setelah kami cek dilapangan, masyarakat desa menyampaikan aspirasinya. Bahkan, menurut mereka hampir setiap tahun usulan pembangunan desa lewat musrembang disampaikan, tetapi hingga memasuki Tahun 2016 belum ada realisasinya, maka kami putuskan untuk masuk program TMMD “kata Sihotang.
Menurutnya, sampai saat ini, beberapa pekerjaan diantaranya telah rampung, sementara untuk pembangunan jalan hampir rampung seratus persen, namun jika ada keterlambatan waktu, itu karena kondisi cuaca yang kerap hujan.
“Hingga saat ini, pekerjaan yang terhitung tinggal tiga hari kerja, sesuai batas waktu ditentukan, beberapa pekerjaannya seperti, rehab Masjid Desa Apado sudah rampung, pembuatan MCK juga sudah seratus persen, tinggal rehab jembatan dan perkerasan jalan, kalaupun ada keterlambatan karena faktor hujan, tapi pekerjaanya akan diselesaikan hingga rampung seratus persen, “jelasnya.
Terpisah, Kepala Desa Kolingangaan Reky Waleleng mengatakan warganya sangat terkejut, awalnya mereka tak menyangka bahwa, jalan desanya akan di perbaiki oleh prajurit TNI, dan berkat program TMMD kini jalan menjadi lebih bagus dari sebelumnya.
“Memang sebelumnya kami sudah diberikan informasi oleh Babinsa Koramil Passi, mereka berkata kepada saya bahwa, jalan desa akan diperbaiki. Awalnya saya kurang yakin, karena sudah beberapa kali kami mengusulkan lewat Musrembang desa, agar jalan desa diperbaiki, “ujar Kades, Rabu (26/05/2017).
“Meski ada sedikit keraguan, kami yakin setelah para prajurit TNI masuk desa. Bahkan, kami sangat terkejut dengan pekerjaan jalan yang begitu singkat, tetapi hasilnya sangat luar biasa, jalan benar-benar diperbaiki dan lebih baik dari sebelumnya, “tambahnya.
Senada, Kades Tuduaog Baru Yuke Goni mengatakan bahwa, kegiatan ini baru pertama terjadi di Kecamatan Bilalang. Dengan masuknya program TMMD masyarakat sangat terbantukan, terlebih pembangunan fasilitas jalan dan jembatan, begitupun dengan pembuatan MCK kepada warga tak mampu.
“Kami sangat berterima kasih kepada prajurit TNI, yang sudah mau membangun desa kami secara sukarela, meski hanya singkat, namun segala bantuan dan peran TNI di desa sangat berarti bagi warga, “kata Yuke.
Sementara warga setempat juga menyampaikan apresiasinya, mereka sangat senang dengan adanya program TMMD, tidak sedikit dari warga yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para prajurit TNI.
“Kami sangat senang sekali jalan desa kami diperbaiki, karena jalan ini merupakan akses utama jalan penghubung desa. Sebelumnya jalan ini sempit dan penuh bebatuan bercampur tanah licin, terlebih jika curah hujan meningkat, jalan sangat berbahaya untuk dilewati, namun kini jalan sudah lebih baik, dan layak untuk dilewati, untuk itu kami sangat berterima kasih kepada prajurit TNI,“ujar Endy Mamonto, warga Desa Kolingangaan. (Wandy)



