Pilkada 2018 Kabupaten Bolmut, Depri: Ayo Bicara Program, Bukan Fitnah
BOLMORA, POLITIK – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sekaligus Ketua DPW PPP Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Drs. Hi. Depri Pontoh, menegaskan bahwa Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Bolmut 2018 merupakan sarana berbicara tentang program dalam pembangunan, bukan fitnah melalui kampanye hitam (Black campaign), sebagaimana banyak ditemukan lewat postingan account sosial media (sosmed).
“Isu-isu seperti itu bukan perhatian kami. Kami minta semua pihak memanfaatkan momentum politik untuk berbicara program, dan bicara tentang kesejahteraan masyarakat Bolmut, bukan menghadirkan ujaran kebencian dan saling menjatuhkan sesama kader daerah,” imbuh Depri, di ruang kerjanya, Rabu (5/4/2017).
Ia mengatakan bahwa, segela bentuk permakjulan yang dipublikasikan lewat akun sosmed jangan serta merta diterima tanpa konfirmasi sumber.
“Asumsinya adalah, belum tentu menurut kita baik, baik pula bagi orang lain, begitupun sebaliknya,” ujarnya.
Papa Adit spaan akrab Depri, mengajak seluruh perangkat daerah untuk bersama-sama menjawab tantangan demokrasi dengan program yang baik, kinerja yang terstruktur, dan tentunya dengan hasil yang diharapkan oleh masyarakat.
“Terkait dengan materi-materi kebencian yang dipublikasi tanpa dasar yang kiranya bertujuan untuk menjatuhkan, silahkan tanggapi dengan santai dan bijaksana,” harapnya.
Depri sendiri, memilih untuk menanggapi berbagai spanduk dengan sentimen SARA itu secara santai, karena memang dirinya merasa tidak terlibat dengan materi-materi yang dikampanyekan tersebut.
Untuk itu, daripada sibuk menanggapi fitnah-fitnah yang beredar, bupati kedua pilihan rakyat Bolmut ini memilih untuk fokus mengampanyekan program-program unggulannya. Antara lain, mewujudkan insfrastruktur yang memadai, meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang layak bagi masyarakat, membuka akses-akses produktif yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, jalan pertanian, akses jalan daerah, bantuan sosial ke masyarakat petani dan nelayan, serta program perencanaan pembangunan daerah lainnya.(**/gnm)



