Fesbudton Tampilkan Bahasa Jaton Asli yang Sudah Punah
BOLMORA.COM, BOLMONG – Bahasa Jawa Tondano (Jaton) asli yang sudah kehilangan penutur di daerah asalnya, dapat ditemukan di Bolmong, tepatnya di Desa Kosio, dalam Festival Seni Budaya Jawa-Tondano (Fesbudton) pekan lalu.
Dalam Kegiatan Fasbudton, warga Jaton melombakan dan mempertontonkan bahasa Jaton yang hampir punah, dan juga memperlihatkan beberapa kesenian dan tarian, serta kuliner khas Jaton.
Ketua Kerukunan Jaton Indonesia cabang Bolaang Mongondow Raya (BMR) Farid Asimin mengatakan, bahasa Jaton adalah perpaduan bahasa Tondano asli dan bahasa Jawa.
“Jadilah bahasa Jawa Tondano (Jaton),” kata dia.
Sebutnya, bahasa Jaton masih dilestarikan warga jaton. Ironisnya, bahasa Tondano sudah tak berjejak di kalangan warga asli Tondano saat ini.
“Jadilah bahasa Jaton ini eksotik, karena ada bahasa Tondano asli yang sudah punah, dan bahasa Jawa yang dibawa Pangeran Diponegoro, dan Kyai Modjo,” ungkapnya.
Diketahui Jaton adalah keturunan kyai modjo yang menikah dengan gadis minahasa. Menurut dia, masyarakat jaton ada di seluruh indonesia. Terbanyak berada di Gorontalo.
“Di sana ada banyak kampung yang didiami orang Jaton melulu,” kata dia.
(Agung)



