Ini yang Dikatakan Kadis Pariwisata Boltim Saat Menghadiri Nawabakti ke-9 PT SMI

0
65
Ini yang Dikatakan Kadis Pariwisata Boltim Saat Menghadiri Nawabakti ke-9 PT SMI
Tampak Menteri keuangan Sri Mulyani foto bersama pada Acara PT SMI

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

BOLMORA, BOLTIM – Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur, menggelar Nawabakti ke-9, di Ball Room Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta, Kamis (15/3) kemarin.

Perayaan HUT BUMN yang 100 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan, turut dihadiri Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, serta Menkominfo, Rudiantara.

Dalam sambutannya Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengaku banyak mempromosikan PT SMI agar Pemda makin familiar untuk tidak hanya menggunakan uang APBD dan APBN dalam pembangunan infratruktur.

“Pesan saya kepada PT SMI, harus selektif, strategis dan tetap terus memberikan edukasi kepada seluruh kementerian/lembaga dan daerah untuk bisa berkolaborasi,” ujarnya.

Kata dia, itu dilakukan untuk menjembatani secara prudent (bijaksana) kebutuhan infrastruktur yang tidak bisa ditunda sampai puluhan tahun, namun tetap bisa menjaga sustainability (keberlanjutan) dari berbagai kebijakan pembangunan infrastruktur tersebut.

“Jika proyek infrastruktur hanya menunggu APBD dan APBN, maka bisa memakan waktu sampai 12 tahun. Tapi, bila ingin diselesaikan dalam waktu 2-3 tahun, maka harus menggunakan blending financing dari sources. Kendati demikian, tetap visibilities studies, teknikal dari kesiapannya harus dibuat baik. Itu yang tidak bisa ditunda, kemudian financing bisa kita pinjam dan selanjutnya kita bisa repay back dalam 12 tahun ke depan,” terang Sri Mulyani.

Lebij lanjut dijelaskan, PT SMI saat ini sudah masuk ke berbagai sektor yang beragam, seperti soft infrastruktur.

“Pendidikan, kesehatan, destinasi pariwisata agar dibangun secara komprehensif. Ada uang APBN, APBD, DAK, BUMN, swasta dan PT MSI bisa menjadi salah satu katalisator yang bisa membangun secara komprehensif. Bidang pariwisata hanya memiliki infrastruktur dasar, seperti di Sulawesi Utara (Suluit), yang memiliki turis banyak, tapi tidak punya rumah sakit. Ini bisa menjadi ‘demand’ dan melahirkan keahlian dalam bidang baru,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Boltim Rizky Lamaluta mengungkapkan, Pemkab Boltim berencana untuk mengajukan pinjaman kepada BUMN itu. Dia mengatakan, hal itu guna percepatan pembangunan infrastruktur di daerah agar segera terealisasi, sehingga masyarakat dapat merasakan efek manfaatnya secara langsung  .

“Permohonannya sudah berproses di sana, tinggal ada beberapa kelengkapan yang kita persiapkan. Salah satunya yang paling penting persetujuan DPRD,” ungkapnya, usai menghadiri perayaan HUT PT SMI.

Dia menambahkan, apabila disetujui pinjaman tersebut, akan digunakan untuk membiayai infrastruktur serta kepentingan proses percepatan pembangunan.

“Nanti akan kita buat Boulevard di pantai, dan juga penunjang pariwisata lainnya,” beber Risky.

Ditambahkan, banyak manfaat yang diperoleh jika pinjaman daerah disetujui. Di antaranya, tercipta multiflier effect dari infrastruktur jalan yang akan membuat luas sebaran sektor pertumbuhan ekonomi, dan industri yang berkepentingan dengan jalan tersebut.

“Sebab, ketika itu dibiayai sekarang dan dibiayai nanti, akan berbeda nilainya,” lugasnya.(ayax vay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here