Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Hukrim & Peristiwa

KM Alisa Kecelakaan di Perairan Gangga–Likupang, TNI AL Gerak Cepat Evakuasi Penumpang

Kapal penumpang berukuran 17 meter mengalami insiden di laut Sulut, puluhan korban dievakuasi ke tiga desa dengan bantuan nelayan dan unsur Kodaeral VIII

Kapal motor penumpang KM Alisa kecelakaan di perairan antara Pulau Gangga dan Likupang, Sulawesi Utara, Kamis (5/2/2026) sore. Insiden ini langsung menyebar luas di media sosial dan memicu respons cepat dari unsur TNI AL serta masyarakat sekitar.

Berdasarkan data awal, kapal yang dinakhodai Abson Bawaele (67) berukuran panjang 17,50 meter dan lebar 3,25 meter. Saat kejadian, kapal mengangkut puluhan penumpang dari rute lokal di kawasan Minahasa Utara.

Kadister Kodaeral VIII Letkol Dewa Rai Parwata menjelaskan bahwa sejumlah personel TNI AL turut berada di atas kapal. Mereka langsung bertindak begitu kapal mengalami masalah di tengah laut.

“Ada 10 personel Kodaeral VIII di dalam kapal. Saat situasi darurat, mereka melompat ke laut dan membantu penumpang yang terjatuh,” ujar Dewa Rai, Kamis malam.

Proses evakuasi penumpang KM Alisa berlangsung cepat berkat dukungan warga. Nelayan setempat dan perahu milik perusahaan Mutiara Erguji Sinar Insani ikut mengevakuasi korban menuju daratan.

Petugas membawa para penumpang ke Desa Gangga, Desa Tambun, dan Desa Talise. Di lokasi tersebut, tim gabungan melakukan pendataan serta pemeriksaan kondisi korban.

Hingga malam hari, jumlah pasti penumpang masih diverifikasi. “Diperkirakan puluhan orang berada di kapal. Kami berkoordinasi dengan syahbandar untuk memastikan data final,” kata Dewa Rai.

Komandan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits menegaskan bahwa pimpinan TNI AL langsung mengaktifkan unsur operasi. KRI Selar-879 dan KAL PTL diperintahkan bergerak menuju titik kecelakaan kapal Likupang.

“Unsur kami sudah meluncur sejak sore. Besok akan dilakukan evakuasi lanjutan dari Talise ke Manado,” jelasnya.

Kodaeral VIII juga menyiagakan dukungan medis penuh. Satu tim kesehatan dengan enam personel, satu ambulans, dan satu kendaraan Triton ditempatkan di Pos Likupang untuk mengantisipasi kebutuhan darurat.

Respons cepat ini bertujuan memastikan seluruh korban mendapat pertolongan maksimal. TNI AL, syahbandar, dan pemerintah daerah terus mengoordinasikan langkah lanjutan atas insiden laut Sulut tersebut.

Penyebab kecelakaan masih diselidiki. Otoritas maritim akan memeriksa kondisi kapal, cuaca, serta aspek keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa terulang.

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Berita Terkait

Back to top button