Tragedi Kebakaran KM Zahro Express, 23 Orang Meninggal, 17 Lainnya Hilang
BOLMORA, NASIONAL – Kebakaran kapal wisata KM Zahro Express yang terjadi di teluk Jakarta, pada Minggu (1/1/2016) sekira pukul 08.35 WIB, menjadi perhatian publik tanah air di awal tahun 2017.
Dalam kejadian naas itu, sebanyak 23 orang meninggal dan sedikitnya 17 orang dinyatakan hilang.
Pun memasuki hari kedua, Senin (2/1/2017), pasca terbakarnya KM Zahro Express, di perairan Jakarta menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, tim gabungan dari Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (BASARNAS) dan TNI Angaktan Laut (AL), serta Polisi Air dan Udara, dengan melibatkan jajaran lainnya masih terus melakukan pencarian korban yang diduga belum ditemukan.
Pencarian di hari kedua ini belum mendapatkan hasil. Jumlah korban diduga hilang masih sama.
“Hari ini, adalah hari kedua pencarian korban yang diduga belum ditemukan. Sasaran operasi adalah memastikan apakah benar 16 atau 17 korban masih jadi korban yang kita cari,” ujar Kepala Basarnas FHB Soelistyo, di dermaga Kaliadem, Jakarta Utara. Senin (2/1/2017).
Dalam upaya pencarian korban tersebut, Basarnas bersama tim gabungan melakukan pencarian di empat titik lokasi. Keempat lokasi tersebut berada di sekitar titik terbakarnya kapal KM Zahro Express.
Soelistyo mengatakan, pada pencarian hari kedua, jajarannya mengerahkan 15 penyelam di sekitar titik terbakarnya kapal.
“Ada penyelaman di titik di mana kapal terbakar, tapi belum ada penemuan,” ungkapnya.
Salah satu penghambat pencarian korban, menurut Soelistyo, adalah terbatasnya jarak pandang di bawah laut. Jarak pandang yang terbatas membuat penyelam Basarnas tak leluasa menjelajahi lokasi sektor pencarian.
“Jarak pandang di bawah laut hanya satu sampai dua meter. Jadi memang agak terbatas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Denny Wahyu, menjelaskan bahwa BASARNAS bersama tim gabungan akan kembali turun ke lokasi terbakarnya KM Zahro Express di perairan Muara Angke, pada Selasa (3/1/2017).
“Hal ini dilakukan untuk memastikan korban yang mungkin belum ditemukan. Siang tadi tim dengan melibatkan sejumlah unsur sudah menyisir lokasi, tapi belum menemukan korban yang diduga hilan,” tandas Wahyu.
Informasi terakhir yang diterima BPBD, ada 17 orang yang diduga masih hilang. Selain itu, terdapat 20 jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang belum teridentifikasi.
“Tim akan turun untuk memastikan hal tersebut. Sebab, ada kemungkinan orang yang hilang tersebut termasuk dalam jenazah yang belum teridentifikasi,” ucapnya.
Adapun data yang diperoleh sementara oleh pihak BPBD DKI Jakrta, dalam peristiwa tersebut, total korban meninggal ada 23 orang. Tiga jenazah sudah diidentifikasi. Sedangkan sisanya masih dalam proses identifikasi. Petugas kesulitan melakukan identifikasi karena sebagian besar jenazah dalam kondisi hangus. Sementara, sembilan orang lainnya saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara.
“Sebanyak 194 penumpang dalam keadaan selamat. Hingga saat ini, masih ada 17 orang yang diduga belum ditemukan,” kata Sepli Madreta, salah satu staf BPBD DKI Jakarta.
Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Puro Nugroho, menyebutkan kapal Zahro Express yang terbakar ini diperirakan membawa sekitar 230 orang.
“Perkiraan awal hanya 100 orang. Itu sangat keliru. Dimungkinkan, kapal tersebut membawa penumpang sebanyak 230 orang,” ucap Sutopo.
Dari data lain yang diperoleh, insiden kebakaran KM Zahro Express itu terjadi sekitar 15 menit setelah kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, pada pukul 08.10 WIB, atau sejauh satu mil dari Pelabuhan.
“Setelah mendapatkan laporan, sekitar pukul 09.15 WIB, personel TNI AL yang berada dekat lokasi langsung mendekati kapal tersebut dan memadamkan api. Kapal tersebut menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, untuk bertamasya,” kata Kepala Dinas Penerangan Armada Barat TNI AL, Mayor Laut, Budi Amin.
Menurutnya, saat ini KM Zahro Express sudah dievakuasi ke dermaga Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Kapal itu dalam kondisi hangus terbakar.
“Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Sejumlah laporan menyatakan api berasal hubungan arus pendek pada generator yang berada di ruang mesin. Tapi, Kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi akan menyelidiki penyebab terbakarnya kapal tersebut,” urai Budi.(gun’s)
Dikutip dari berbagai sumber



