Berbagi Ilmu Cara Menanam Padi, Ini Harapan Petani Kepada Pemkab Bolmut
BOLMORA.COM, BOLMUT — Seorang warga, bernama Hasim Mahyun (39) tahun, adalah masyarakat Desa Talaga Tomoagu, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Dia adalah seorang petani sekaligus kepala keluarga yang memiliki dedikasi serta pengetahuan yang baik dalam dunia pertanian. Sehingga ia pun berbagi kepada BOLMORA.COM bagaimana cara menanam padi yang baik.
Menurutnya, cara mengelola Budidaya padi yang baik, agar mendapatkan hasil yang berkualitas, bibit tanaman yang akan ditanam harus sehat dan subur. Adapun tandanya yakni curah hujan dan debit air yang mulai banyak, merupakan tanda musim bercocok tanam padi di sawah telah tiba.
“Cara menanam padi dimulai dari pengolahan tanah, pada lahan sawah buatlah lahan tersebut menjadi media yang paling disukai tanaman padi muda (bibit padi), yaitu tekstur tanahnya gembur dan proses olah tanah dengan cara dibajak/di traktor, ” Hasim Mahyun, saat ditemui BOLMORA.COM di persawahan miliknya. Sabtu (15/02).
Lanjutnya, selama proses penggarapan tidak ada kendala yang berarti selagi bebet air melimpah tapi tantangan tersendiri para petani adalah ketika bebet air banyak maka hama seperti keong kembang biaknya pun meningkat.
“Untuk mengatasi hama keong maka petani harus menyiapkan racun Bestnoid atau Debestan yang kemudian disemprot di areal persawahan.” jelasnya.
Setelah itu, tantangan selanjutnya adalah proses penjagaan dan perawatan dari penanaman benih padi sampai pada proses panen.
“Sistem pemupukan pertama setelah dua sampai tiga minggu penanaman berlangsung, pilihan pupuknya kebanyakan petani menggunakan pupuk urea atau ponska. Setelah dua bulan penanaman jika ada kelebihan modal maka diberi pupuk kembali untuk perangsang buah padi.” tuturnya.
Dirinya juga mengatakan, Biasanya untuk kebutuhan racun dan pupuk jika Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sedang ada stok maka kami mengambil disitu nanti setelah panen baru dibayar. Jika tidak, mau tidak mau kami harus memutar otak untuk bisa mendapatkan racun dan pupuk.
“Dua minggu sebelum masa panen petani harus mewaspadai ulat yang dapat merusak tanaman padi dan cenderung sulit untuk pembasmiannya dan terkadang membuat petani merugi.” keluhnya.
Dari penggarapan, penanaman sampai pada panen dan melewati proses perawatan dan penjagaan butuh waktu selama empat bulan. Tergantung jenis padi yang ditanam.
Ketika disinggung mengenai bantuan dan peran pemerintah untuk memenuhi kebutuhan petani sawah, dirinya tidak menampik bahwa mungkin pernah ada beberapa tahun yang lalu tapi untuk saat ini rasanya sulit ditemukan lagi.
“Kami tidak pernah berharap lebih karena kalau menunggu bantuan pemerintah maka proses bercocok tanam dan hasil panen tidak akan terjadi.” katanya.
Kami sering mendapatkan penyuluhan pertanian tapi bantuannya lebih pada petani jagung dan palawija. Jadi slogan kabupaten bolmut sebagai kabupaten padi sama sekali membuat bingung masyarakat petani persawahan.
“Semoga pemerintah melalui dinas terkait bisa tergugah hatinya untuk memberikan bantuan kepada petani dan bantuannya merata.” harapnya.
(Awall).



