Debat Publik Tahap Ketiga, Kedua Pasangan Calon Paparkan Visi Misi
BOLMORA, POLITIK – Setelah sukses menggelar debat publik tahap satu pada Selasa (24/1/2017), dan tahap pada Senin (30/1/2017) lalu, bertempat di gedung yang sama, Convention Hall Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II Kecamatan Lolayan, Selasa (7/2/2017) siang tadi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolmong kembali menggelar debat publik tahap ketiga untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bolmong 2017.
Debat terakhir yang digelar KPU Bolmong dalam tahapan pemilihan kepala daerah (PIlkada) Bolmong 2017 ini mengambil tema kesejahteraan rakyat (Kesra), dan dihadiri dua pasangan calon masing-masing nomor urut 1 Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk (Yasti-Yanny) serta pasangan calon nomor urut 2 Salihi Bue Mokodongan dan Jefri Tumelap (SBM-JiTu), dengan dua panelis masing-masing Joy Tulung, dan Erens Sanggelorang.
Fitri Mamonto, sebagai moderator membagi debat tersebut dalam empat segmen dan langsung mempersilakan kedua pasangan calon menyampaikan visi misi sesuai tema debat dalam segmen pertama.
Calon Bupati Yasti Sopredjo Mokoagow, yang diberikan waktu lebih dahulu menjelaskan visi misi yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, angka kemiskinan di Bolmong harus ditekan. Apalagi, enam tahun terakhir, Pertumbuhan Ekonomi (PE) Bolmong di bawah rata-rata PE di Sulawesi Utara (Sulut).
“Untuk itu dibutuhkan kebijakan, pengalokasian anggaran untuk pelaksanaan program-program kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Sementara, Calon Wakil Bupati nomor urut 2 Jefri Tumelap mengatakan, peran perempuan, pemberdayaan masyarkat kecil serta pembangunan berbasis pedesaan harus ditingkatkan.
“Agar struktur kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ujarnya.
Dalam segmen menjawab pertanyaan dari panelis, sejumlah pertanyaan yang muncul, seperti komitmen pasangan calon untuk tidak melakukan money politik. Menurut Jefri, upaya untuk tidak memberi dan menerima suap akan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik ke depan.
“Sehingga, kesejahteraan warga bisa terwujud,” kata Jefri.
Wakil Bupati nomor urut 1 Yanny Ronny Tuuk sendiri menjelaskan, jika Pilkada didasarkan dengan money politik, maka akan berimbas pada lima tahun kepemimpinan.
“Olehnya dibutuhkan komitmen kuat, integritas, untuk menolak itu. Selain itu, transparansi dengan melibatkan masyarakat dalam penyusunan program pemerintahan akan menciptakan pemerintahan yang bersih. Dan tetap meletakkan hukum sebagai panglima tertinggi,” urainya.
Dalam segmen tanya jawab antar pasangan calon, Yanny meminta pasangan SBM-JiTu menyebut kecamatan termiskin di Bolmong.
Jefri menjawab, untuk mengetahui itu, harus ditunjukkan dengan data dari Badan Pusta Statistik (BPS).
Saat diberikan kesempatan memberikan tanggapan balik, Yanny mengatakan bahwa kecamatan termiskin di Bolmong saat ini, yaitu Kecamatan Lolak.
Semenetara itu, pasangan SBM-JiTu menyakan soal upaya mensejahterakan rakyat Bolmong secara keseluruhan.
Usai saling menjawab pertanyaan tiap pasangan calon, moderator memberi kesempatan memberikan pernyataan penutup.
Yanny Ronny Tuuk mengatakan bahwa, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bolmong berada di rangking 11 dari 15 kabupaten/kota di Sulut. Kondisi itu membuat Bolmong sangat membutuhkan pemimpin yang kuat, meiliki integritas dan konsisten menunaikan janji-janji Pilkada.
“Agar, kesejahteraan untuk warga bisa terwujud. Di atas semuanya, menjadikan hukum di atas segala-galanya agar Pilkada bisa melahirkan pemimpin yang amanah,” cetus Yanny.
Sedangfkan Jefri menyatakan, warga harus mengingat janji-janji pasangan calon saat Pilkada ini.
“Lima tahun ke depan harus diingat janji-janji yang kita sampaikan saat ini,” imbuhnya.
Tim BOLMORA.COM



