Desa Devisa Klaster Kopi Kabupaten Bener Meriah Diresmikan Berkat Pendampingan LPEI

0
Desa Devisa Klaster Kopi Kabupaten Bener Meriah Diresmikan Berkat Pendampingan LPEI
Peresmian Desa Devisa Klaster Kabupaten Bener Meriag
Advertisement

BOLMORA.COM, EKBIS – Direktur Jenderal (Dirje) Kekayaan Negara meresmikan Desa Devisa Klaster Kopi. Peresmian yang dilaksanakan Rabu (11/1/20223) tersebut, turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dann Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Pj Bupati Bener Meriah, Pj Bupati Aceh Tengah, Perwakilan Bank Syariah Indonesia Regional I Aceh, Direktur Pelaksana Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Aceh, dan Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh.

Adapun pengembangan Desa Devisa di Kabupaten Bener Meriah ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Aceh, LPEI, Kementerian Keuangan Satu Aceh, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah serta Bank Syariah Indonesia dengan 125 petani kopi dari 5 desa yang berada di Kabupaten Bener Meriah.

“Kami harap pendampingan dan dukungan dari LPEI bisa mendorong kualitas produksi kopi gayo yang sudah sangat mendunia. Diharapkan juga seakin lebih baik lagi dan menghasilkan kualitas terbaiknya, sehingga bisa berdaya saing global dengan komoditas kopi yang berasal dari negara lain,” ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban,

Sementara itu, Direktur Pelaksana Bidang Keuangan dan Operasional LPEI Agus Windiarto menyampaikan, LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI mempunyai tekad yang kuat untuk komoditas primadona Kabupaten Bener Meriah agar menembus pasar ekspor.

”Melalui program Desa Devisa, LPEI akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani kopi dan koperasi pendamping di Kabupaten Bener Meriah. Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing, sehingga membawa produk unggulan lokal menjadi mendunia,” ungkapnya.

Rio mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan berharap peresmian Desa Devisa dapat menjadi bahan bakar semangat yang lebih besar lagi bagi para pihak, guna menciptakan sinergi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan penggiat usaha petani kopi,

“Sehingga mampu berkontribusi dalam peningkatan ekspor dan pendapatan devisa yang berkelanjutan,” sebutnya.

Diketahui, Desa Devisa Klaster Kopi Kabupaten Bener Meriah ini menaungi 125 petani kopi yang berasal dari 5 desa di Kabupaten Bener Meriah. Lima Desa tersebut adalah Sedie Jadi, Waq Pondok Sayur, Panji Mulia 1, Bale Redelong, Kute Lintang. Kopi yang dihasilkan adalah kopi Arabika (Coffea benghalensis) varietas Gayo. Para petani kopi ini tergabung di dalam Koperasi Panca Gayo Coffee yang juga merupakan hasil dari pendampingan kolaborasi Kanwil DJKN Aceh dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bener Meriah yang bertujuan sebagai sentra produksi kopi.

Editor: Gun Mondo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here