Regional

Dilantik sebagai Kepala UPT BP2MI Sulut, Hendra Ucapkan Terima Kasih Atas Amanah yang Diberikan

BOLMORA.COM, SULUT – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, melantik dan melakukan pengambilan sumpah jabatan kapada pejabat administrator dan pejabat fungsional di lingkup BP2MI Sulut, Rabu (20/1/2021).

Dalam pelantikan ini, tiga Kepala UPT BP2MI dan satu pejabat fungsional Perencana Ahli Madya BP2MI melakukan pernyataan kesetiaan terhadap ideologi pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Sebelum memberikan arahan, Benny Rhamdani terlebih dahulu menyuarakan yel-yel dengan mengatakan ‘Bila saya bilang Siapa kita?, jawab bersama Indonesia. Bila saya bilang apa bendera kita?, jawab bersama merah putih. Billa saya bilang ideologi kita?, jawab bersama Pancasila’.

Dalam arahannya, Benny Rhamdani mengatakan sembilan poin. Di antaranya, pejabat yang baru dilantik dipercaya untuk mengemban amanah perjuangan melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sebab, tidak semua orang berkesempatan dalam hidupnya untuk dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Apalagi kepada para Pekerja Migran Indonesia yang merupakan pejuang keluarga, pahlawan devisa, duta pariwisata Indonesia.

“Kita adalah orang-orang yang diberi kepercayaan untuk membantu saudara-saudara kita mencari pekerjaan, menghidupi keluarganya, meraih cita-citanya,” ucap Benny.

Benny juga memberikan inovasi kepada pejabat baru. Menurutnya, pemimpin juga harus merangkul jajaran dan stafnya untuk berlari bersama menghasilkan inovasi-inovasi pelayanan Pekerja Migran Indonesia. Mengajak jajaran dan stafnya untuk berani bermimpi, dan tanamkan semangat ‘berani bermimpi, berani mengeksekusi’. Karena, inovasi-inovasi itu datangnya dari mimpi-mimpi yang dieksekusi.

“Kita juga perlu mendobrak kebiasaan-kebiasaan yang menghambat inovasi. Seperti saat ini, pelantikan bapak/ibu dilakukan di UPT BP2MI. Biasanya Kepala UPT BP2MI dilantik di kantor pusat, tapi saya tidak mau, saya ingin UPT BP2MI juga menjadi lokasi di mana sejarah-sejarah besar BP2MI ditorehkan, dan ini sudah kita mulai sejak peringatan Hari Pekerja Migran Indonesia 2020 lalu, saat UPT BP2MI berlomba-lomba membuat perayaan terbaik untuk memperingati hari besar bagi Pekerja Migran Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan pula, di era baru BP2MI dibutuhkan pemimpin yang mampu mengorkestrasi organisasi, sehingga organisasi dapat berfungsi dengan optimal. Kita butuh mereka yang mampu mengamplifikasi program dan kegiatan, sehingga program dan kegiatan tidak hanya rutinitas, tapi memberikan dampak nyata kepada pekerja migran yang kita layani.

“Kita juga butuh mereka yang mampu mengglorifikasi kinerjanya melalui publikasi-publikasi di berbagai lini, baik media massa dan media sosial, sehingga seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mengenal kita, mengenal BP2MI, menghormati pekerja migran kita,” pintahnya.

Ia juga meyakini setidaknya ada 5S yang dapat membuat organisasi menjadi besar yakni penting S pertama adalah strategi. Yang mana, program-program BP2MI membutuhkan strategi agar delivered ke Pekerja Migran Indonesia.

“S yang pertama ini sangat penting direncanakan dengan matang. S kedua adalah struktur. Organisasi yang baik tentu didukung oleh struktur organisasi yang kokoh. S ketiga adalah sistem. Ini bagian yang saya sampaikan diawal serah terima jabatan waktu lalu. Bahwa, kita tidak bisa bekerja sendiri dalam satu kesatuan sistem. Bila tidak bekerja dalam sistem yang terjadi adalah chaos. Oleh karenanya, kita butuh bekerja dalam sistem. S keempat adalah Skill. Ini adalah dukungan kemampuan SDM yang mumpuni dan berdedikasi, the right man in the right job. Dan S terakhir, speed and target. Kerja-kerja kita mesti,” tutup Benny.

Sementara itu, Hendra Makalalag yang menduduki jabatan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerjan Migran Indonesia (BP2MI) untuk wilayah Sulut, saat dikonfirmasi mengatakan,  ada dua poin penting yang akan dijalankan kedepannya. Pertama, meningkatkan sosialisasi terkait citra PMI langsung kepada masyarakat. Kedua, melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota untuk membentuk sinergitas. 

“Urusan PMI ini bukan sekedar urusan BP2MI. Tetapi, menjadi tugas bersama, termasuk dengan pemerintah daerah. Hal itu sebagaimana amanah Undang-Undang terkait ketenagakerjaan,” kata Hendra. 

Dalam kesempatan itu pula, tak lupa Hendra menyampaikan terima kasih kepada Benny Rhamdani, sebagai Kepala BP2MI Pusat, yang sudah mempercayakan mengemban tugas untuk melayani dan melindungi PMI asal Sulut.

“Trima kasih saya ucapkan kepada pak Benny Ramdani, atas amanah yang diberikan kepada saya,” tandasnya.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button