Bupati Bolmong Damaikan Desa Pusian dan Toruakat

0
369
Bupati Bolmong Damaikan Desa Pusian dan Toruakat
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, memberikan sambutan pada pertemuan antara masyarakat Desa Pusian dan Toruakat
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengelar pertemuan bersama warga Desa Pusian dan Toruakat, bertempat perbatasan antara kedua desa, Sabtu (11/1/2020). Pertemuan tersebut untuk mencari upaya perdamaian antar kedua desa yang sering terlibat tawuran antar kampung (Tarkan).

Kegaiatan tersebut dihadiri Kapolres Bolmong AKBP. Indra Permana, Kasubdit Direktorat Bimas Polda Sulut AKBP. Riswan Butuan, Dandim 1303/BM diwakili Danramil 1303-07/Dumoga Kapten Inf Asrak Badrun, Anggota DPRD Bolmong Janssen Mokoginta, Kasat Pol PP Bolmong Derek Rompas, Camat Dumoga Helik Manggopa, Kepala Desa Pusian Selatan, Kepala Desa Pusian Induk, Kepala Desa  Pusian, Kepala Desa Toruakat, beserta sekitar 400 orang yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan warga Desa Pusian dan Toruakat.

Camat Dumoga Helik Manggopa, dalam sambutannya mengharapkan melalui pertemuan yang dihadiri langsung oleh bupati tersebut dapat kembali menjalin tali silaturahmi antara kedua desa.

“Semoga pertemuan kali ini dapat membawa kedamaian di antara kedua desa,” ucapnya.

Semenetara itu, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, dalam kesempatan itu mengharapkan pertemuan itu mendapat ridho dari Tuhan untuk menari solusi perdamaian antara kedua desa yang bertikai.

“Kedua masyarakat ini dulunya satu kampung, jadi untuk apa saling bermusuhan. Kami hadir di sini memohon kepada seluruh masyarakat Desa Toruakat dan Pusian supaya hidup damai,” imbaunya.

Dikatakan, kedua desa ini sebenarnya bisa menjadi contoh untuk kerukunan antar umat beragama di wilayah Bolmong. Sebab, umat muslim dan nasrani di dua desa ini hidup rukun.

“Diduga banyak penghasut untuk membenturkan kedua desa ini, jadi mari kita jangan mudah terhasut dengan orang yang tidak bertanggung jawab,” ajak Yasti.

Menurut bupati yang asli orang Dumoga ini, Desa Pusian dan Toruakat tidak boleh lagi ada permasalahan.

“Seharusnya kepala desa dan aparat kedua desa harus mengajak kebaikan, jangan malah aparat desa yang menjadi provokator. Sangat penting untuk aparat desa memberi nasihat kepada kaum muda di dua desa ini,” ujar Yasti.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pusian Purnawirawan TNI Robi Ansik mengatakan, sangat menyesal atas kejadian keributan ini, karena Desa Pusian dan Toruakat adalah saudara. Olehnya tidak boleh saling serang, apalagi saling menyalahkan.

“Mari kita buka hati, karena kita semua bersaudara. Mari rubah pola pikir kita, kita semua sudah tau siapa dalang kejadian ini. Atas nama masyarakat Desa Pusian, memohon maaf kepada masyarakat Desa Toruakat atas perlakuan masyarakat Desa Pusian,” ucapnya.

Di tempat yang sama, tokoh agama Desa Toruakat Fadli Mokoginta juga mengatakan, Insha Allah tidak ada lagi pertikaian seperti, karena yang sering bertikai ini bukan para orang tua, melainkan para pemuda yang memulai masalah sehingga menjadi lebih besar. Jadi, intinya para kepala desa saling berkoordinasi agar perdamaian segera tercapai.

“Permasalahan kedua desa karena ada saling curiga. Mari kita bangun kembali silaturahmi seperti dahulu kala, jangan ada saling provokasi. Harapan ke depan, masyarakat Pusian dan Toruakat jangan muda terhasut dengan provokator,” imbuhnya.

Ia meminta kepada pihak Kepolisian, walaupun sudah ada perdamaian, namun proses hukum kepada para pelaku supaya dilanjutkan sesuai undang-undang yang berlaku.

“Masyarakat Toruakat memohon bantuan kepada bupati supaya memberikan santunan/bantuan kepada para korban atas kejadian ini. Kami juga sangat bersyukur kepada pihak Polres yang sudah memberikan bantuan sebesar Rp5.000.000, kepada korban luka saat kejadian tarkam lalu,” cetus Fadli.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here