Anak Petani dan Nelayan Bolmong Kuliah di China
BOLMORA.COM, BOLMONG – “Xie Xie, Bei Su Hai Luo Gei Wo Men Ji Hui Dao Zhong Guo Liu Xue” (Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada kami belajar di China). Dengan bahasa mandarin yang fasih, Ivan Manggo, salah satu penerima beasiswa pendidikan ke China, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Bolmong dan PT Conch, Jumat pekan lalu di aula PT Conch.
Saat itu digelar acara pelepasan 23 putra dan putri Bolmong penerima beasiswa study ke China.
Sebanyak 10 mahasiswa SI akan menuntut ilmu di Suzhou University, 13 lainnya yang bergelar D3 di Wuhu Institute of Technology. Beasiswa tersebut merupakan prakarsa Pemkab Bolmong dan PT Conch.
Ivan yang jadi peserta terbaik selama seleksi, didaulat memberikan taklimat mewakili rekan-rekannya.
Ia menyatakan,
mereka adalah anak-anak nelayan, petani dan petambang.
Masa depan dibayangkan tak jauh dari laut, sawah dan bukit suram.
Sekolah di luar negeri?. Mimpi pun tak pernah.
“Tapi kini Pemkab Bolmong dan PT Conch telah mewujudkan sesuatu yang bahkan di luar mimpi kami,” ungkapnya.
Dia berharap, program tersebut akan terus digulirkan agar makin banyak pemuda miskin di Bolmong yang bisa mengubah hidupnya.
Kadis Pendidikan Bolmong Renty Mokoginta berpesan kepada para pemuda peserta beasiswa untuk belajar dengan baik.
“Tak kalah pentingnya agar menjaga nama baik Bolmong,” imbuanya.
Keceriaan terpancar dari wajah dua puluh tiga pemuda peserta program beasiswa belajar di China.
Jumat (13/12/2019) di PT Conch Bolmong, mereka secara resmi dilepas ke China. Beasiswa tersebut merupakan kerja sama PT Conch dan Pemkab Bolmong.
Salah satu pemuda bernama Rifai Sutono adalah salah satu pengusaha. Ia penjual bakso. Sebagai lulusan SI, ia ingin meningkatkan hidup. Dia ikut lowongan program belajar di China, dan lulus. Dia mengungkapakan perasaannya haru biru.
“Rasanya senang
sekali. Tak menyangka bisa lulus. Saya bersyukur sekali
kepada Allah,” ujar dia.
Ia mengaku sudah
mendapat bayangan tentang apa yang akan dijalani disana.
Tahun pertama mereka belajar bahasa mandarin.
“Tahun kedua sampai kelima akan berlangsung seperti layaknya kuliah disini. Kami juga akan magang di PT Conch di China,” katanya.
Setiap pelajar mendapat uang saku. Di China, mereka diwanti wanti untuk tidak membuat masalah.
“Kalau buat masalah akan dipulangkan,” katanya.
Ia sendiri punya cita cita mulia sepulang menimba ilmu dari China.
“Saya akan mengabdi untuk daerah tercinta Bolmong. Saya ingin memberikan kursus kepada anak anak muda di Bolmong. Supaya kualitas SDM di sini semakin membaik,” kata dia.
(Agung)



