Harga Elpiji di Pangkalan Naik, Pemkot Segera Tindaki Laporan Warga
BOLMORA,KOTAMOBAGU – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru bagi umat Kristiani, banyak warga mulaimengeluhkan harga elpiji tabung 3 kilogram yang dijual di pangkalan. Salahsatunya pangkalan yang ada di Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur,yang dilaporkan warga langsung kepada Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) KotaKotamobagu.
“Kami harap pemerintah segera menindaklanjuti kenaikan harga ini, karena sudah beberapa hari terakhir harganya naik dari Rp18 ribu ke Rp19 ribu. Bahkan, sudah dinaikkan lagi sampai Rp20 ribu,” ujar warga yang tidak ingin disebutkan namanya, pada saat ditemui di ruangan Kepala Bagian Ekbang, Rabu (12/12/2018) siang tadi.
Ia mengungkapkan, sering juga stok tidak ada, padahal baru seharian ada kendaraan Pertamina menurunkan gas elpiji 3 kilogram.
“Kami juga menduga adanya penjualan pihak pangkalan ke daerah lain. Sebab, pada saat membeli gas elpiji, pihak pangkalan sampaikan sudah habis. Padahal, baru seharian dilihat pihak Pertamina memasukkan gas elpiji,” ungkapnya.
Menindak hal tersebut, Kabag Ekbang Alfian Hasan mengatakan, sudah menghubungi pihak agen yang berhubungan dengan pangkakan di Kelurahan Tumubui.
“Kami akan segera turun bersama dengan agen yang berhubungan dengan pangkalan di Kelurahan Tumubui,” katanya.
Jika kedapatan, Kabag Ekbang menegaskan, sudah berkoordinasi dengan agen akan membekukan izin pangkalan beraangkutan.
“Sanksinya dibekukan izin pangkalan. Dan, sudah ada bukti beberapa pangkalan yang dibekukan karena tidak taat pada kerja sama, terutama soal harga eceran tertinggi (HET),” tegas Alfian.
Ia meminta semua pangkalan tidak seenaknya menetapkan harga di luar yang sudah ditetapkan.
“Sesuai SK Gubernur Nomor: 205 Tahun 2012 tentang penetapan (HET) gas elpiji tabung 3 kilogram di Provinsi Sulut bahwa, harganya masih tetap Rp18 ribu per tabung 3 kilogram. Sehingga, tidak boleh menambah apa yang sudah ditetapkan dan pangkakan, dan harus menaatinya agar tidak kena sanksi,” ujarnya.
Terpisah, Kasubbag Perekonomian dan SDA Novalia D. Djaman menyampaikan, untuk agen hanya dua yakni, PT Mangimbali Abadi Gas, yang membawahi 86 pangkalan, dan PT Gemilang Prima Semesta, dengan jumlah pangkalan sebanyak 189.
“Kami (Pemkot Kotamobagu) tugasnya hanya pengawasan saja, sedangkan sanksinya dari agen sesuai bukti yang ditemukan langsung di lapangan,” tambahnya.
(me2t)



