17 Kendaraan Pengangkut Sampah Segera Dioperasihkan
BOLMORA, BOLMONG – Di Tahun 2019 Dinas Lingkungan Hudup (DLH) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akan menurunkan 17 kendaraan pengangangkut sampah untuk mengatasi sampah yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Bolmong.
Baru-baru ini juga, pihak DLH mendapatkan dukung dari Pemerintah Pusat (PP) melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI). Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk bantuan motor sampah yang berjumlah tujuh unit. Hal ini diungkapkan Kepala DLH Bolmong Abdul Latif.
“Baru-baru ini pihak kami mendapat bantuan tujuh unit motor sampah dari Kementerian,” katanya, Kamis (6/12/2018).
Sebelumnya, Pemkab Bolmong juga mengadakan delapan unit motor sampah melalui APBD, dan mendapat dua unit truk sampah dari Corporate Sosial Responsobility (CSR) Bank SulutGo.
“Secara keseluruhan, ada 15 motor sampah dan dua unit mobil truk. Rencanannya akan ditempatkan di titik-titik yang jumlah volume sampahnya cukup tinggi. Seperti di pasar, ataupun wilayah yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, rencanannya dua unit motor pengangkut sampah akan dihibahkan kepada dua Bank Sampah yang berada di Desa Ibolian dan Desa Mopuya. Untuk sepuluh motor sampah akan diserahkan kepada kelompok pemerhati lingkungan. Sedangkan tiga motor sampah dan dua truk pengangkut sampah akan dipakai untuk mengatasi sampah di Kecamatan Lolak.
“Yang pasti semua kendaraan pengangkut sampah untuk mengatasi titik-titik sampah yang berada di Bolmong. Di tahun 2019, DLH sendiri telah menyiapkan anggaran untuk 10 orang petugas, guna membersihkan sampah-sampah di wilayah Kecamatan Lolak,” ungkap Latif.
Sementara itu, penyerahannya masih akan diagendakan dan menunggu petunjuk pimpinan. Untuk sekarang, yang menjadi kendala adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulut, berlokasi di Desa Inuai, yang hingga sdaat ini belum diserahkan kepada daerah.
“Yang pasti, tahun depan akan diserahkan seluruh kendaraan pengangkut sampah ini. Namun, sampai sekarang TPA di Desa Inuai belum diserahkan oleh pihak PU Provinsi Sulut. Jadi, sampahnya akan d ibuang kemana?. Itu yang menjadi kendala saat ini,” tutupnya.
(agung)



