Politik

Yasti Difitnah, Penyebarluasan Selebaran Dinilai Memicu Instabilitas

BOLMORA, POLITIK – Pemberitaan terkait pemeriksaan kepada mantan staf ahli Komisi V DPR RI Jailani Parandy, yang terus dikaitkan dengan Yasti Soepredjo Mokoagow dianggap sebagai kampanye hitam dan pembusukan, bahkan dinilai fitnah kepada Yasti sebagai salah satu figur calon Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017.

Menurut Yasti yang maju sebagai kontestan di Pilkada Bolmong berpasangan dengan Yanny Ronny Tuuk, dan diusung koalisi PDIP, PAN, PKB, PKS dan Nasdem itu, dirinya tidak pernah terkait dengan kasus hukum Jailani.

“Ini saya harus sampaikan dan luruskan yang sebenarnya, sehingga tak ada lagi pemberitaan yang diangkat bermuatan tertentu,” katanya.

Dijelaskan, Jailani memang pernah menjadi staf ahli, namun hanya sampai pada Juli 2015.

“Sejak Juli 2015, Jailani sudah tidak lagi bekerja dengan saya sebagai staf ahli, karena dia yang mengundurkan diri dan ingin bekerja sendiri. Dia memilih ke swasta,” ujarnya.

Bahkan dalam pemeriksaan yang dilakukan kepada Jailani, Yasti mengaku hingga saat ini dirinya belum pernah diperiksa sebagai saksi sekalipun. Menurutnya, itu adalah urusan pribadi Jailani, bukan terkait saat dia masih berstatus sebagai staf ahli di Komisi V DPR RI.

“Apalagi dia sudah memilih mundur sejak Juli 2015. Yang dia jalani saat ini tidak ada sangkut paut dengan saya,” tegas Yasti.

Sementara itu, Ketua Media Center Yasti-Yanny, Yusra Alhabsyi menjelaskan bahwa pemberitaan yang mengaitkan mantan staf ahli Komisi V DPR RI dengan Yasti itu, digandakan dengan cara difoto copy dan diserbarkan ke sejumlah wilayah Bolmong. Tindakan seperti ini menurut Yusra, sangat merugikan kandidat mereka, dan juga bisa memicu instabilitas.

“Kami akan bawa ini ke ranah hukum. Kami juga meminta aparat kepolisian untuk menelusuri siapa saja yang menggandakan serta menyebarluaskan selebaran tersebut,” ucapnya, didampingi sejumlah kuasa hukum pasangan Yasti-Yanny.

Di sisi lain, pihaknya juga mengimbau kepada pendukung Yasti-Yanny untuk tetap menahan diri.

“Kami menduga ini skenario dari kandidat lain. Untuk itu kami meminta polisisegera menindak lanjutinya, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Yusra.(**)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button