Nasional

“Om Telolet Ommmmm!” Jadi Salah Satu Topik Populer Dunia

BOLMORA, NASIONAL – Media sosial kini lagi demam ‘telolet’. Kata telolet ini mendadak jadi populer, pada Selasa (20/12/2016) malam, setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya. Sebelumnya, kata telolet ini adalah permintaan orang-orang dewasa yang meminta supir bus untuk membunyikan klason. Sebagiamana beredar di video-video lucu yang memperlihatkan orang-orang dewasa meminta ‘telolet’ ke supir bus. Tampaknya ada tren ‘telolet challenge’ dan ‘demam telolet’ yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain.

https://youtu.be/aqNcR4zneWE

Hal ini pun dinilai memberikan meme terbaik bagi Indonesia jelang menutup tahun 2016 dengan cara yang paling keren. “OM TELOLET OMMMMM!)

Sekarang ini, jika Anda membuka media sosial, linimasa Anda mungkin akan dipenuhi dengan guyonan lucu ‘om telolet om’. Sebagian mulai mengeluh ‘Aduh apa sih!’ tapi sebagian lagi ikut dalam keriangannya.

Tak ada yang bisa lepas dari jeratan ‘om tolelot om’, bahkan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump, tak lepas dari serbuan orang-orang yang memintanya membunyikan klakson bus.

Jika Anda baru keluar dari pertapaan di gua terpencil nun jauh di sana, inilah cerita singkatnya.

‘Om telolet om’ adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan supir akan membunyikan klakson yang unik. “Telolet telolet,” begitu bunyinya.

Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, “Om telolet ommmm!” beramai-ramai.

Hingga berita ini ditulis, ‘om telolet om’ sudah disebut 445.000 kali di Twitter. Artinya, guyonan yang berawal dari suara klason bus di Indonesia ini menjadi salah satu topik populer dunia, dan juga disinggung lebih dari 80.000 kali di Facebook.

“Fenomena Om telolet Om membuat saya gembira karena ternyata masih banyak orang asik di dunia ini. Seneng ya seneng aja gituuuu…..,” ucap salah satu akun seorang fotografer @arbainrambey.

“Indonesia giving the world the best meme to close 2016 in the best possible way. OM TELOLET OM,” kata yang lain.

Lainnya memberi peringatan serius.

“Jangan sampai om telolet om diklaim oleh negara tetangga, maka dari itu om tolong om @jokowi jadikan tanggal 21/12 sebagai libur hari telolet nasional.”

Bagaimana telolet ini bermula? Siapa yang bertanggung jawab atas kegaduhan ini?

Zaenal Arifin dari Bismania Community mengatakan bahwa bunyi klakson telolet sudah mulai terdengar satu dekade lalu. Klakson itu tidak spesifik dimiliki oleh jenis bus tertentu, melainkan hasil modifikasi yang dilakukan perusahan otobus (PO).

“Awalnya tiga corong, kemudian ada yang empat corong (lubang suara angin), bahkan ada yang enam lubang yang kemudian bunyinya dimodifikasi sesuai kreativitas,” katanya. “Konsepnya seperti nada dering monophonic ponsel, lagu-lagunya ondel-ondel, lagunya ‘Jablay’ Titi Kamal.”

Dia mengklaim bahwa, kebiasaan meminta klakson itu dimulai dari kebiasaan para penggemar bus yang sering memotret bus.

“Sebagai balasan, supir bis biasanya kasih dim atau kasih klakson.”

Adalah perusahaan otobus Efisiensi yang pertama mempopulerkan klakson telolet tersebut, kata Zaenal.

Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.

“Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto – Jogja, dan Purbalingga – Jogja.”

Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu, cerita Syukron.

“Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong.”

Dikutip dari berebagai sumber

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button