Tak Memakai Safety di Proyek Revitalisasi Begini Jawaban Kepsek
RK : Sistem pengawasan dalam proyek ini sangat ketat

bolmora.com.MINSEL
TUMPAAN._ Jumat 21 November 2025.
Proyek Revitalisasi di SMPN l Tumpaan menuai sorotan publik akhir akhir ini.
Informasi dari Tokoh masyarakat dan Tokoh pemerhati pembangunan yang awak media dapatkan, bahwa proyek tersebut melanggar aturan/ ketentuan K3 oleh karena para pekerja tidak memakai APK.
Untuk mengklarifikasi informasi tersebut, awak media mendatangi lokasi proyek Revitalisasi tersebut yang berada di SMPN 1 Tumpaan dan menemukan hal yang sama.
Awak media kemudian berusaha menemui (RK) Kepsek di SMPN 1 Tumpaan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.
Namun kepsek susah di temui dengan alasan sibuk.
Akhirnya awak media menghubungi lewat pesan WhatsApp dan bertanya tentang temuan tersebut.

Berdasarkan hasil tanya jawab lewat pesan WhatsApp (RK) Kepsek SMPN 1 Tumpaan beralasan bahwa pekerja tidak memakai APK oleh karena sudah rusak.
“Untuk peralatan safety rata” so rusak karna so dari Agustus diadakan”.
Terkait Pihak pemborong, mungkin lebih tepat borongan pekerjaan tertentu”. Jawab RK
Contoh : Rangka baja Kap, Tehel, Instalasi Listrik, Instalasi air.
Itu di borong pihak ke tiga.
Juknis dan bimtek yg kami ikuti, memungkinkan untuk itu. Jawab RK
Bagaimana sistem pengawasan proyek RK menjawab :
“Sistem pengawasan ber lapis” pak.
Mulai dari Komite Sekolah,
Pengawas internal, Dinas Pendidikan,
Fasilitator Unsrat,
Inspektorat,
BPKP RI.
Apakah pers dan LSM tidak di libatkan…?!
“Termasuk”.
Bole tanya teman” Jurnalis yg sering mampir. PWI, SPRI, Media Online, LS somacam” pak”. Tutup RK Kepsek SMPN l Tumpaan.
Namun anehnya, sistem pengawasan ber lapis lapis itu masih, tetap saja bisa terjadi pelanggaran K3 dengan tidak memakai APK yang komplit bahkan setengah telanjang.
***DL***



