Inseminasi Buatan Berhasil, Boltim Bakal Jadi Penghasil Sapi Terbesar di Sulut
BOLMORA.COM , BOLTIM – Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memang kaya akan sumber daya alam. Namun, selain sumber daya alam yang pastinya menjadi destinasi wisata terbaik di Sulut, Boltim juga memiliki sumber daya hewani yang cukup menjanjikan.
Salah satunya adalah Sapi. Program Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Boltim cukup berhasil. Beberapa tahun kedepan, Boltim akan menjadi penghasilan Sapi terbesar di Sulut.
Beberapa jenis Sapi unggulan impor atau Bule seperti Limosin, Simental, Belgian Blue, Brahman dan Sapi Lokal unggulan yang beratnya diatas 1 ton seperti Po, dan Sapi Bali sudah dikembangbiakkan di Boltim.

“Alhamdulillah target Kabupaten Boltim tahun 2021 sebanyak 600 akseptor IB atau kawin suntik dalam program nasional SI KOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) telah tercapai di bulan Oktober 2021 lalu, tapi pasti akan bertambah lagi jumlahnya dalam 2 bulan kedepan, dan Insya Allah bisa mencapai 900 akseptor,” Ungkap Kepala Dispertanak Boltim melalui Kepala Bidang Peternakan drh. Moch Insani, Selasa (9/12/2021).
Dengan dicapainya target tersebut lanjut Dokter Hewan ini, tahun 2022 nanti, target akseptor IB Kabupaten Boltim akan ditingkatkan menjadi 2.100 akseptor.
“Ini suatu kenaikan yang sangat fantastis dan pastinya demi kemajuan Peternakan di Boltim. Dari 2.100 ekor yang nantinya di IB, tingkat keberhasilan bisa mencapai 90 persen. Jadi tahun 2023 akan lahir 1.890 ekor anak Sapi unggulan, jika 1 ekor Sapi dihargai Rp 15 Juta sesuai pasaran sekarang ini, pasti nilai tambah yang diterima peternak kita sangat besar,” Terangnya.
Namun sambung Insani, capaian tersebut bukan tanpa halangan, apalagi Boltim mempunyai daerah yang cukup luas.
“600 akseptor IB ini 80 persen tersebar di Kecamatan Modayag, Modayag Barat dan Mooat, 20 persen kecamatan lainnya. Kami kekurangan petugas, apalagi belum ada petugas yang standby di daerah pesisir seperti Kecamatan Nuangan, Motongkat, Tutuyan, dan Kotabunan. Jadi petugas di Modayag yang mengcover daerah pesisir. Jika hal ini bisa diatasi, dapat dipastikan jumlah akseptor kawin suntik akan bertambah lebih banyak lagi,” Jelas Insani.
Dirinya berharap, kedepan nanti petugas yang akan melakukan IB atau kawin suntik akan bertambah sesuai dengan permintaan dari para peternak Sapi di Boltim.
“Kami yakin dengan berhasilnya program ini, 2-3 tahun lagi Boltim akan menjadi penghasil Sapi terbesar di Sulut,” Ujarnya.
(RG)



