Bolmong

Turut Berduka, Warga Bolmong Gelar Sholat Ghaib Mendoakan Arwah KH Rizali M Noor

BOLMORA.COM, BOLMONG — Rasa duka mendalam atas berpulangnya KH Rizali M Noor tak hanya dirasakan oleh para Santri Indonesia. Warga di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) juga turut berduka.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir warga menggelar sholat ghaib untuk mendoakan pimpinan Pondok Pesantren PKP Kombos Manado itu di Masjid MIN 1 Bolmong, Kecamatan Lolak, setelah sholat dzuhur, Senin (16/11).

Shalat ghaib dipimpin oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bolmong bersama Pengurus Muhammadiyah Bolmong, Pengurus Banom NU Bolmong, serta alumni PKP Manado. 

“Kami menggelar shalat ghaib untuk almarhum KH Rizali M Noor, setelah shalat dzuhur, tadi siang di Masjid MIN 1 Bolmong, Lolak,” ucap Kepala Kemenag Bolmong Muhtar Bonde.

Muhtar mengatakan, warga Bolmong merasa kehilangan atas wafatnya KH Rizali M Noor. “Kami sangat merasa kehilangan atas wafatnya beliau Mari kita ikhlaskan doa untuk Kiai guru kita,”ucap Muhtar. 

Menurut Muhtar, selesai sholat ghaib, ia bersama beberapa ormas Islam menggelar rapat untuk persiapan doa arwah. “Kita segera agendakan pelaksanaan pelaksanaan doa arwah,”jelas Muhtar.

Diketahui KH Rizali M Noor, meninggal dunia saat tengah menjalankan tugasnya sebagai juri MTW (Musabaqah Tilawatil Quran) yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat.

KH Rizali M Noor, merupakan Ketua Dewan Hakim/Majelis Tilawah Anak-anak dan Remaja pada pelaksanaan MTQ nasional ke-28.

Informasi yang dirangkum, KH Rizali M Noor masih sempat memberikan arahan untuk para peserta MTQ, Minggu (15/11), di Masjid Al-Hakim. Namun, saat perlombaan tengah berlangsung, KH Rizali M Noor tiba-tiba terjatuh pingsan.

Jatuh pingsan, KH Rizali M Noor langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, 15 menit kemudian, Kiyai yang dikenal sebagai sosok yang sangat bersahaja dan menjadi panutan para santri di Sulawesi Utara ini, menghembuskan nafas terakhirnya.

“Pak KH Rizali M Noer meninggal di usia 70 tahun sekira pukul 09.30 WIB,” kata Irfan Eyato, salah satu staf pendamping peserta MTQ asal Sulawesi Utara, yang ikut bersama-sama ke rumah sakit.

(Agung).

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button