Politik

Iskandar-Deddy Tampil Meyakinkan dalam Debat Publik Tahap 1 Cabup dan Cawabup Bolsel 2020

BOLMORA.COM, POLITIK – KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Bolsel (Bolaang Mongondow Selatan) melaksanakan debat publik tahap 1 Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Bolsel tahun 2020.

Debat publik yang dilangsungkan di Swissbell Hotel Maleosan Manado, Kamis (12/11/2020) malam, berlangsung aman dan lancar.

Pada debat publik tahap I ini, tampak Paslon (pasangan calon) bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Iskandar Kamaru-Deddy Abdul Hamid, tampil meyakinkan dan mengungguli Paslon nomor urut 2 Riston Mokoagow-Selviah Van Gobel.

Seperti pada segmen kedua, ketika menjawab pertanyaan panelis soal strategi penyelesaian permasalahan daerah, baik di bidang kesehatan, pendidikan, pemerintahan, keagamaan, hukum dan gender, serta perlindungan anak, Paslon yang berjargon BerKAH (Bersama Kamaru-Abdul Hamid) terlihat menjawab dengan lugas.

“Di bidang kesehatan, Kabupaten Bolsel telah memiliki rumah sakit, puskesmas rawat inap di setiap kecamatan, serta pustu yang tersebar di desa-desa. Ini merupakan upaya kami dalam menyelesaikan persoalan kesehatan di Bolsel. Di bidang pendidikan, yaitu dengan memberikan beasiswa akhir studi dan anak asuh pemda. Sementara, di bidang hukum, kami mengupayakan regulasi-regulasi yang memudahkan investor untuk masuk di Bolsel,” ungkap Calon Bupati Iskandar Kamaru, menjawab opertanyaan panelis.

Begitupun di segmen ketiga, saat menjawab pertanyaan panelis soal strategi dan inovasi dalam penanganan lingkungan hidup, infrastruktur, ekonomi serta Ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK). Pasangan BERKAH terlihat lebih mengedepankan solusi. Keduanya bahkan berjanji akan memfasilitasi perizinan tambang rakyat atau WPR, jika kembali dipercayakan masyarakat untuk memimpion Kabupaten Bolsel lima tahun ke depan.

“Di bidang Infrastruktur, kami masih tetap fokus pada pembangunan ibu kota kabupaten dan kecamatan, jalan-jalan desa, jalan perkebunan, yang muaranya tak lain adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebut Iskandar.

Begitupun pertanyaan pasangan Riston Mogoagow, soal perbandingan data kependudukan antara BPS dan Disdukcapil.

Iskandar mengatakan, persoalan tersebut telah tuntas sejak 2019 lalu. Bahkan, pemerintahan Iskandar–Deddy, sejak tahun kemarin telah melakukan MoU dengan BPS.

Menariknya, justru pertanyaan BerKAH soal visi misi RISKI menjadikan Bolsel sebagai pusat pangan nasional, tidak mampu dijawab secara kongkrit oleh paslon nomor urut 2 yang berjargon RISKI (Riston Mokoagow-Selviah Van Gobel).

“Saya kurang puas dengan jawaban pasangan RISKI soal menjadikan Bolsel sebagai pusat pangan nasional.Seharusnya jawaban lebih konkrit, karena kalau bicara pangan, berarti bicara komoditi.Nah, yang saya maksud komoditi apa?.Begitupun kalau holtikultura, itu holtikultura apa?.Kalau yang dimaksud beras, saya rasa itu tidak masuk akal, sebab luas sawah kita hanya 2.284 hektare.Sehingga, saya justru pesimis visi tersebut dapat terwujud,” sebutnya.

Secara umum, dari lima segmen debat, BerKAH terlihat lebih menguasai materi.Bahkan, di sesi penutup atau closing statemen, pernyataan duet petahana terlihat lebih berkelas. Calon bupatinomor Urut 1, Iskandar Kamaru, bahkan memaparkan tentang bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin.

“Menjadi pemimpin harus menjadi teladan di masyarakat, menjadi pemimpin bagaimana berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berjuang menekan angka kemiskinan. Menjadi pemimpin harus tulus dan Ikhlas, membutuhkan kesabaran, membutuhkan pengorbanan, rela meninggalkan anak istri dan keluarga. Kami pasangan Iskandar-Deddy telah dididik untuk siap menangis dan tertawa bersama rakyat,” terang Iskandar.

Diakhir kalimat penutup, Iskandar mengajak masyarakat Bolsel untuk mencoblos pasangan nomor urut 1, Iskandar Kamaru-Deddy Abdul Hamid, pada Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

Selain itu, Iskandar juga mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran Covid–19.

“Menghadapi wabah pandemi Covid 19 saat ini, kami mengajak masyarakat agar tidak melupakan 3M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.  Dan,satu hal yang paling penting yakni tetap menjaga kesehatan,” tutup Alumni Fakultas Peternakan Unsrat Manado ini.

(*/Gnm)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button