Bolmong

Yasti Kutuk Pentas Seni yang Diduga Lecehkan “Raja Loloda Mokoagow”

BOLMORA.COM, BOLMONG – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM), mengutuk keras ulah pihak-pihak yang diduga melecehkan Raja Loloda Mokoagow dalam sebuah pagelaran teater Cahaya Bidadari Minahasa, yang dipentaskan Institut Seni Budaya Independen Manado (ISBIMA) di gedung eks kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (31/11/2020).

“Raja Loloda Mokoagow sangat ‘disakralkan’. Sebagai keturunan Raja Loloda Mokoagow, saya mengutuk pentas seni yang disutradai oleh Achi Breyvi Talanggai,” kata Yasti kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

Menurutnya, apa yang diceritakan dalam teater itu sudah mencoreng kehormatan dan harga diri orang Bolaang Mongondow.

Sebut dia, Loloda Mokoagow adalah tokoh yang jadi panutan, kehormatan dan harga diri seluruh rakyat Mongondow. 

“Ini sungguh sangat melukai hati rakyat BMR. Harusnya sang sutradara punya etika dalam menampilkan karya seni dan punya dasar alasan dalam menulis. Ini pelecehan terhadap rakyat BMR. Harus ada tindakan hukum terhadap karya seni yang jelas menyinggung SARA. Jangan mengangkat harkat suku lain, kemudian menjatuhkan suku Mongondow,” ketusnya. 

Yasti menyatakan siap memfasilitasi para tokoh adat dan masyarakat untuk melaporkan hal itu ke pihak berwajib.

Yasti bercerita, begitu mengetahui teater itu, ia langsung melakukan pengecekan. Ia mencari tahu siapa sutradaranya maupun sumber dana. Ternyata, sumber dana teater seni ini berasal dari dana Afirmasi Kementerian Kebudayaan yang diusulkan para seniman. 

“Jadi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut itu tidak tahu menahu. Mereka hanya diundang. Dana pagelaran pentas seni itu berasal dari dana Afirmasi Kementerian Kebudayaan,” tandasnya. 

Yasti mengaku menghargai seni. Namun, tidak demikian dengan seniman yang hanya mencari keuntungan.

Diketahui, pertunjukan tersebut menuai kecaman luas dari masyarakat BMR. Raja Loloda Mokoagow, dalam teater itu digambarkan sebagai sosok ‘maniak seks’. 

Ia juga disebut tewas di tangan prajuritnya sendiri atas perintah Pingkan, dan potongan kepalanya dipertontonkan. 

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button