Ini Beberapa Hal yang Disampaikan Bupati Bolsel Saat Mencanangkan Desa Soguo sebagai Kampung KB
BOLMORA, BOLSEL – Desa Soguo Kecamatan Bolaang Uki, dicanangkan sebagai Kampung KB Tahun 2018. Pencanangan Kampung KB yang dipusatkan di Desa Soguo, Selasa (27/11/2018) ini, ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kabupaten Bolsel Iskandar Kamaru.
Dalam sambutannya, bupati menyampaikan bahwa pelaksanaan program kependudukan dan KB tidak terbatas pada masalah pembangunan KB dan keluarga sejahtera saja, tapi juga menyangkut masalah pengendalian penduduk.
“Kambung KB merupakan suatu wilayah setingkat rukun warga (RW), dusun atau setara dengan yang memiliki kriteria tertentu di mana terdapat keterpaduan program kependudukan KB dan pemberdayaan keluarga,” ungkap Iskandar.
Ia menjelaskan, pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, yang berkeinginan menciptakan Negara yang kuat, melalui peningkatan kualitas keluarga di tanah air.
“Maka dari itu, KB dipandang masih dibutuhkan untuk memenangkan persaingan global . Kita tahu bersama, saat ini persaingan antar Negara sangat ketat. Di mana, setiap Negara berkompetisi di sektor ekonomi untuk mensejahterakan rakyat. Sehingga itu, salah satu latar belakang dibentuknya KB, karena Program KB tidak lagi bergema dan terdengar gaungnya, sperti pada era orde baru,” terangnya.
Iskandar berharap, melalui Kampung KB dapat terwujud cita-cita pembangunan Indonesia yang tertuang dalam nawacita, terutama agenda prioritas utama ketiga, yaitu memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan dan desa dalam kerangka Negara Kasatuan Republik Indonesia (NKRI), serta program prioritas kelima, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
“Untuk itu, pelaksanaan program KB agar lebih difokuskan kepada masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan. Saya berharap, pencanangan Kampung KB ini akan mengangkat dan menggairahkan kembali program KB, guna menyongsong tercapainya bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2010-2030 mendatang,” ulasnya.
Diakhir sambutannya, Iskandar mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum pencanangan Kampung KB sebagai motivasi baru guna memperkuat rasa kebersamaan antar sesama untuk berperan aktif dalam rangka membangun desa dan daerah khusunya Kabupaten Bolsel.
“Saya berharap, dengan terlaksananya pencanganan Kampung KB di seluruh wilayah Kabupaten Bolsel, akan terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Oleh karena itu, kita jangan segan-segan mensosialisasikan ‘2 anak cukup’. Karena, dengan 2 anak merupakan potret keluarga ideal yang juga merupakan keluarga sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jacky Sambuaga, yang hadir pada kesempatan itu mengungkapkan apresiasi kepada Pemkab Bolsel atas suksesnya pelaksanaan pencanangan Kampung KB di wilayah Kabupaten Bolsel.
“Ini sungguh luar biasa. Sebab hingga tahun 2018 ini, di Kabupaten Bolsel sudah ada 21 desa yang dicanangkan sebagai Kampung KB. Untuk itu, BKKBN Sulut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Bolsel, dengan suksesnya pembentukan Kampung KB,” ujar Jacky.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Suhartini Damo, dalam laporannya mengatakan, secara khusus pembentukan Kampung KB ini selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah maupun swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemeberdayaan Keluarag (KKBPK) serta pembangunan sector terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.
“Sehubungan dengan itu, dan untuk menjawab tantangan tersebut, maka digagaslah program Kampung KB. Sehingga, melalui wadah Kampung KB ini, nantinya pelaksanaan program KKBPK dan program-program lainnya dapat berjalan secara terpadu dan bersamaan,” kata Suhartini.
Dirinya juga melaporkan 21 desa yang dicanangkan sebagai Kampung KB sejak tahun 2016. Di antaranya Desa Transpatoa, yang dicanangkan pada tahun 2016 oleh Gubernur Olly Dondokambey, pasca terpilih. Kemudian pada tahun 2017, lima desa juga telah dicanangkan sebagai Kampung KB, masing-masing Desa Tulandadu I, Desa mayambaga Timur, Desa Pinolosian Selatan, Desa Deaga, dan Desa Matandoi Selatan.
Sedangkan, 15 desa yang dicanangkan Kampung KB pada tahun 2018 yakni, Desa Iligon, Desa Posilagon, Desa Onggunoi, Desa Pidung, Desa Dayow, Desa Tobayagan, Desa Ilomata, Desa Soguo, Desa Pinolantungan, Desa Biniha Timur, Desa Tolutu, Desa Milangodaa Barat, dan Desa Meyembanga.
Kegiatan pencanangan Kampung KB tersebut dirangkaikan dengan launching Sekolah Siaga Kependudukan SMA 1 Bolaang Uki, peresmian dan penyerahan SK papan central of excellent kelompok bina keluarga lansia, serta pembentukan kelompok generasi SMU 1.
Turut hadir, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bolsel Selpian Kamaru Manoppo, Kabid KB Selpiana Deowali, para pimpinan OPD, ASN, dan masyarakat khusunya di Kecamatan Bolaang Uki.
(gnm)



