Membangun Generasi Sadar Pajak Sejak Dini, KPP Pratama Kotamobagu Gelar Kegiatan Pajak Bertutur di Sekolah-sekolah
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Disadari bersama bahwa pajak memegang peranan penting dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, sekitar 85 persen pendapatan negara berasal dari penerimaan perpajakan. Namun, faktanya kesadaran akan pentingnya pajak dalam pembangunan tidak dibarengi oleh kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Itu terbukti dengan rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau tax ratio di Indonesia masih tergolong rendah, jika dibandingkan dengan negara lain.
Sebagaimana diketahui, tax ratio pada tahun 2017 berada angka 10,78 persen. Sedangkan tax ratio suatu negara yang ideal menurut Bank Dunia adalah 15 persen dari PDB. Rendahnya tax ratio ini juga berbanding lurus dengan rendahnya tingkat kepatuhan pajak di negara ini. Dari 250 juta penduduk Indonesia, baru terdapat 26 juta wajib pajak yang terdaftar dan memiliki NPWP.
Pun berbagai cara ditempuh oleh pemerintah khususnya Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak, untuk meningkatkan tingkat tax ratio serta tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pajak. Salah satunya adalah melalui edukasi untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya pajak sejak usia dini, melalui program Pajak Bertutur.

Pajak Bertutur merupakan puncak acara Pekan Inklusi, yaitu kegiatan mengajar kesadaran pajak kepada pelajar dan mahasiswa yang dilakukan oleh pegawai di setiap unit kerja Dirjen Pajak, pada saat yang bersamaan serentak di seluruh Indonesia oleh seluruh unit kerja vertikal Dirjen Pajak, pada Jumat (9/11/2018).
KPP Pratama Kota Kotamobagu, sebagai unit vertikal Dirjen Pajak, turut menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur di empat sekolah. Empat sekolah tersebut antara lain SMK Negeri 1 Kota Kotamobagu, SMK Negeri 2 Kota Kotamobagu, SMP Negeri 5 Kota Kotamobagu, serta SD Negeri 3 Moyag.
Dengan dikomandani oleh Denny Tri Satrianto, selaku Kepala KPP Pratama Kota Kotamobagu, para pegawai KPP Pratama berinteraksi dengan para pelajar terkait berbagai arti penting pajak bagi pembangunan negara.
Tidak lupa, para pegawai mengajak para pelajar untuk bermain bersama, dengan permainan-permainan yang telah disisipkan, yang didalamnya mengandung materi-materi tentang perpajakan.
Menurut Kepala KPP Pratama Kota Kotamobagu Denny Tri Satrianto, Program Pajak Bertutur dilakukan dengan harapan dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya pajak sejak dini kepada generasi muda Indonesia.
“Pajak Bertutur adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang pemerintah. Dengan menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap pajak sejak dini, diharapkan di masa yang mendatang akan tercipta generasi emas penggerak bangsa yang cerdas dan sadar pajak. Dengan terciptanya kesadaran pajak, penerimaan perpajakan dapat tumbuh dan optimal, sehingga menciptakan kemandirian bangsa dalam pendanaan APBN, serta dapat mengurangi ketergantungan negara terhadap utang luar negeri dalam membiayai pembangunan,” terang Denny.
(**/me2t)



