DKP Bolmong Terapkan Sistem Bioflok untuk Budidaya Ikan Lele
BOLMORA, BOLMONG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sedang mengembangkan budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok, kepada masyarakat.
Menurut Kepala DPK Wahyudin Gonibala, dalam waktu dekat ini instansinya akan memberikan bantuan delapan kolam model bioflok, dan ikan lele yang bersumber dari Dana Alokasi Kusus (DAK).
“Saat ini kolamnya sudah ada, tinggal menunggu ikan lele yang telah dipesan dari luar daerah. Jika ikannya sudah ada, bantuan ini akan langsung kami serahkan ke masyarakat,” ungkapnya.
Bantuan kolam dan ikan ini akan diserahkan kepada kelompok Doli Poga, yang berasal dari Kecamatan Dumoga Bersatu.
“Untuk sementara, pengembangan budidaya ikan menggunakan sistem bioflok kami fokuskan di Kecamatan Dumoga bersatu. Sedangkan untuk pelatihan bagi kelompok pembudidaya ikan air tawar, akan dilaksanakan di Desa Tapadaka II,” kata Wahyudin.
Ia juga menjelaskan, budidaya ikan lele sistem bioflok adalah cara budidaya lele dengan memanfaatkan mikro organism, yang akan mengolah limbah budidaya lele itu sendiri. Dengan menggunakan sistem ini, limbah budidaya ikan lele akan menjadi gumpalan-gumpalan kecil (flok) yang nantinya akan menjadi makanan alami ikan lele tersebut.
“Dengan menggunakan sistem ini, limbah dari ikan lele akan menjadi flok yang nantinya juga menjadi makanan alami ikan tesebut,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, sangat diharapkan kelompok budidaya yang ada di Kabupaten Bolmong akan lebih berkembang, karena usaha budidaya yang dilakukan selama ini terkesan baru sebatas hoby, dan bukan sebagai mata pencaharian.
“Diharapkan, kelompok yang mendapat bantuan ini akan lebih meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pasar pada umumnya, dan kebutuhan rumah tangga pada khususnya,” imbuh Wahyudin.
(agung)



