Bolmong

Discapilduk Laksanakan Nikah Massal Bagi 52 Pasangan

BOLMORA, BOLMONG – Desa Tonom, Kecamatan Dumoga Timur jadi pusat pelaksanaan pernikahan dan pencatatan massal yang diikuti sebanyak 52 pasangan. Program ini merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong yang dilaksanakan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kamis (10/11/2016).

Tercatat, sebanyak 21 pasangan pengantin yang ikut dalam prosesi tersebut memperoleh buku nikah sebagai bukti legal yuridis, serta sah menurut hukum negara.

Penjabat Bupati Bolmong Adrianus Nixon Watung, yang turut menghadiri kegiatan itu mengatakan, program tersebut penting dalam membantu program pemerintah dalam rangka pembinaan keluarga atas dasar ajaran agama, melalui ikatan pernikahan.

“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor: 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan bahwa, setiap masyarakat yang memiliki pasangan hidup harus mempunyai identitas jelas, dan dibuktikan dengan adanya buku nikah. Sebab, dalam kutipan buku nikah terdapat hak dan kewajiban suami istri guna membentuk keluarga kecil bahagia dan harmonis,” kata bupati.

Buku nikah juga sebagai bukti legalitas serta syarat mutlak bagi pasangan suami istri (Pasutri) untuk keperluan mengurus administrasi kependudukan.

“Di sisi lain, buku nikah juga sangat berguna untuk mempermudah penerbitan akta kelahiran anak. Olehnya, pelaksanaan pernikahan dan pencatatan massal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan prima kepada masyarakat yang dilakukan Pemkab Bolmong,” urainya.

Sementara, Kepala Bidang Pencatatan Disdukcapil Bolmong, Farida Mooduto mengatakan, selain menggelar pernikahan massal, pihaknya juga menyerahkan 70 akta kelahiran serta 46 akta kematian.

“Ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah, untuk meringankan beban masyarakat khususnya yang belum memiliki biaya mengurus administrasi pencatatan nikah, akta kelahiran dan akta kematian,” jelas Farida.

Ditambahkan, mama Ipan sapaan akrab Farida, ikatan pernikahan adalah cermin tujuan setiap pasangan. Tentu harus didasari dengan nilai-nilai spiritual dan nilai sosial agar dapat melahirkan generasi dan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas.

“Setiap pasangan pasti bertujuan untuk menikah. Nah, program ini sengaja dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang berkeinginan menikah, tapi belum memiliki biaya untuk melaksanakannya. Diharapkan, program seperti ini dapat bermanfaat dan bernilai positif bagi pasangan yang telah mengikutinya,” pungkasnya.(gun’s)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button