Politik

Terjadi Antrian Panjang BBM Subsidi Solar di SPBU, PT.PERTAMINA Ungkap Solusi Ini, Royke Anter: Sama Saja

BOLMORA.COM, SULUT – Terjadi antrian panjang layaknya ekor naga hampir disetiap SPBU menimbulkan pertanyaan besar. Ada apa?.

Bahkan, setelah diperhadapkan dengan antrian yang begitu memakan waktu dan kerap menyebabkan kemacetan, para sopir harus menelan kekecewaan dengan habisnya persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar.

Kecewa, para sopir khususnya sopir truck lewat Aliansi Sopir Dump Truck melakukan aksi demo di kantor DPRD Sulut dan kantor Gubernur Provinsi Sulut beberapa hari yang lalu.

Ini jadi fokus Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter.

Saat rapat dengar pendapat (RDP) Lintas Komisi DPRD Sulut dengan Aliansi Sopir Dump Truck, PT.Pertamina, Polda Sulut, Hiswana Migas DPC Sulut, Dinas ESDM, Dinas Perekonomian dan dinas terkait lainnya di Pemprov Sulut, Selasa (30/9/2025) di ruang Serba Guna, Wakil DPRD Sulut Royke Anter mempertanyakan hal ini kepada PT.Pertamina.

“Antrian itu apakah karena kuota kurang, distribusi yang terlambat atau apa, apakah sama atau tidak distribusi ke SPBU sehingga ada penumpukan-penumpukan antrian di SPBU-SPBU tertentu. Mohon dari pihak pertamina,” ucap Anter di rapat.

Menanggapi pertanyaan itu, pihak PT.Pertamina Patra Niaga, Angga Yudiwinata Putra mengatakan bahwa bersama DPC Isnawa Migas yang juga sebagai pelaku bisnis di SPBU akan melakukan pengaturan ulang soal antrian.

“Kita akan melakukan best effort (langkah terbaik) untuk mengatur antrian agar lebih tertib lagi,” ujar Angga.

Salah satu solusi mengatasi antrian panjang saat mengisi BBM Subsidi solar di SPBU disampaikan Manager Area Angga Yudiwinata Putra adalah dengan menambah jam oprasional.

“Jika biasanya dibuka jam 07 pagi bisa dibuka jam 05 pagi. Yang kita harapkan mungkin dengan buka lebih pagi antriannya bisa lebih terurai lagi,” kata Angga.

Namun solusi yang disampaikan pihak PT Pertamina Patra Niaga tersebut dinilai Wakil Ketua Dewan Royke Anter bukan solusi yang tepat bila tidak diiringi dengan kuota BBM subsidi solar yang memadai

“Sama saja, seperti yang bapak bilang tadi buka jam 9 jam 1 sudah habis, berarti buka jam 5, jam 10 nya sudah habis. Harusnya terpenuhi 1 x 12 jam ada berapa kuota yang bisa diperoleh SPBU yang tentunya sesuai dengan daya tampung yang disiapkan SPBU. Solusinya seperti itu. Kalau bapak bilang jam bukanya dimajukan tapi kuotanya tidak bertambah kan sama saja,” tandas Anter.

Sementara data yang diterima Komisi II DPRD Sulut dari Biro Perekonomian Pemprov Sulut,dari bulan Januari hingga pertengahan September 2025 BBM bersubsidi (solar) memenuhi kuota.

Data dari PT.Pertamina sendiri kuota BBM Subsidi (solar) berjumlah 163.609 kilo liter dan hingga penutupan penghitungan realisasi bulan Agustus 2025 yaitu 108.706 kilo liter.

(Jane)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button