Politik

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Irene Pinontoan: Pancasila Cermin Kesetaraan Gender

BOLMORA.COM, SULUT – 1 Oktober merupakan hari besar Republik Indonesia. Dimana hari tersebut diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Dasar ini adalah bukti kekuatan yang hakiki negara Republik Indonesia. Pun, kali ini bertemakan “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”.

Pancasila terdapat 5 butir yang merangkul hak, harkat dan martabat seluruh rakyat Indonesia.

Irene Golda Pinontoan, Anggota DPRD Sulut menilai Kesaktian Pancasila berkaitan dengan perempuan melalui interpretasi nilai-nilai Pancasila yang mendukung kesetaraan gender, keadilan sosial, dan hak-hak perempuan untuk mencegah diskriminasi.
“Pancasila, sebagai dasar negara dan ideologi Indonesia, memiliki nilai-nilai yang bisa diartikan secara inklusif untuk melibatkan semua warga negara, termasuk perempuan,”ungkap Irene Pinontoan, Rabu (1/10/2025).

Kata Irene Pinontoan, mencegah diskriminasi dalam kaitan Pancasila adalah dengan memahami dan menerapkan lima butir Pancasila secara mendalam, masyarakat dapat mencegah perempuan dari penindasan, diskriminasi, dan peminggiran.

“Pancasila menjadi landasan mendukung kesetaraan gender dan keadilan sosial, yang memungkinkan perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam berbagai aspek kehidupan,” jelasnya.

Menurutnya, peran perempuan dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila  tidak hanya terbatas pada seremoni, tetapi juga mencakup tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila. 

“Mengingat kembali kontribusi para pahlawan perempuan yang gigih dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, terutama dalam menghadapi ancaman di masa lalu,”jelas Legislator Sulut Dapil Kota Manado ini.

Dalam pemahaman dan implementasinya untuk Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Mlmembangun moral dan etika keluarga dimana perempuan sebagai ibu dan pendidik pertama di keluarga berperan menanamkan nilai-nilai religius dan toleransi beragama pada anak-anak sejak dini.

“Menjaga kerukunan antarumat beragama dimana Perempuan dapat menjadi teladan dalam bersikap inklusif dan menghargai perbedaan keyakinan di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Kata Irene Pinontoan, Perempuan harus mampu mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlakuan yang adil dan manusiawi bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang. 

Lanjut politisi perempuan dari PDI Perjuangan ini, peran perempuan juga sebaiknya meningkatkan partisipasi demokrasi, perempuan didorong aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan, baik ditingkat keluarga maupun masyarakat, serta memperkuat demokrasi yang inklusif.

“Perempuan dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran politik di kalangan keluarga dan komunitas, mendorong musyawarah untuk mencapai mufakat dalam setiap masalah,”ucapnya.

Ia menungkapkan, Perempuan menjadi aen perubahan ekonomi dan sosial yang aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial, terutama dalam upaya mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.

“Mewujudkan kesejahteraan bersama dengan kontribusi nyata, perempuan membantu mewujudkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” lugasnya.

Sehingga perempuan kata Irene Pinontoan tidak hanya menjadi pelengkap pembangunan, tetapi juga merupakan kekuatan utama yang berperan dalam mewujudkan cita-cita luhur Pancasila dan menjaga kesaktiannya.

Tutup Irene Pinontoan, Pancasila jadi cermin Sulut maju dan sejahtera.

(Jane)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button