Bupati Bolmut Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021

0
251
Bupati Bolmut Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021
Bupati Bolmut, Hi. Depri Pontoh saat pimpin upacara Hari Santri Nasional.
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMUT — Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. Hi. Depri Pontoh Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021, di Halaman Kantor Bupati Bolmut, Jumat (22/10/2021).

Upacara yang dihadiri oleh PC. IPNU dan IPPNU juga dirangkaikan dengan kegiatan Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan selesai upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bolmut membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia. Dimana peringatan Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Republik lndonesia.

Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun bangsa ini rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. Untuk peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini mengangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga.

Maksud tema Santi Sraga Jiwa Raga adalah bentuk pernyataan sikap santri lndonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan lndonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran lslam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa lndonesia.

Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan lndonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan lndonesia.

Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk lndonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk lndonesia.

Jadi, Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai ‘tirakat’ lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan di era Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) seperti sekarang ini, dimana kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Doa).

Hal ini juga perlu diperhatikan oleh masyarakat pada umumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa Indonesia, terutama dalam rangka bersama-sama untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19.

Kita patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi COVID-19. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan oleh para pimpinan pesantren (kiai/nyai) kepada santri-santrinya. Tidak lupa pula bahwa keteladanan mereka berkontribusi untuk mendorong para santri bersedia ikut vaksin yang saat ini sedang diprogramkan oleh Pemerintah. 

Santri-santri indonesia yang saya banggakan, Kita patut bersyukur karena dua tahun lalu menjelang peringatan Hari

Santri 2019, kaum santri mendapatkan ‘kado istimewa’ berupa pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Undang-Undang tentang Pesantren ini berfungsi sebagai rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Sedangkan Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, kalangan pesantren kembali mendapatkan ‘kado indah’ dari Presiden Joko Widodo berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Peraturan Presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya Peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren.

Oleh karena itu, melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2021 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Semoga aruvah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Amin.

Selaku Menteri Agama, saya patut menyampaikan terima kasih juga kepada seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke yang hari ini sedang bersukacita merayakan Peringatan Hari Santri 2021.

Bupati Bolmut Menambahkan pada Hari ini, juga akan dilaksanakan penyerahan penghargaan dari pemerintah provinsi sulawesi utara atas prestasi kabupaten Bolmut dalam konvergensi penaganan stunting dengan berhasil meraih 2 kategori yaitu.

Peringkat 1 kabupaten dengan aksi 5 s/d 8 konvergensi penanganan stunting terintegrasi se Sulawesi Utara tahun 2020.

Sebagai Kabupaten yang memiliki “Best Performance” dalam penilaian kinerja tahun 2021 terhadap 4 kabupaten lokus dalam upaya konvergensi penanganan stunting tahun 2020 di kabupaten Bolmut.

Untuk itu, saya Ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah provinsi sulawesi utara terlebih khusus kepada Gubernur Sulawesi utara Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E Kandow. Yang telah memberikan penghargaan ini kepada kabupaten Bolmut tentunya ini berdasarkan prestasi yang kami capai dalam penilaian konveregensi penaganan stunting oleh pemerintah provinsi Sulawesi utara.

Turut Hadir Ketua TP PKK Bolmut Dra. Hj. Ainun Pontoh Talibo, Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi, Amin Lasena M.AP, Wakil Ketua TP PKK Bolmut, Dra, Hj Siti Safwania Djenaan, Kapolres Bolmut AKBP. Wahyu Purwidiraso SIK, SH, Kepala Kejaksaan Negeri Bolmut, Nana Riana SH, MH, Ketua DWP Bolmut Hj Fitriana Buhang SE, Kepala Bidang Pemerintah Sosial dan Budaya BAPPEDA Provinsi Sulut, Dra. Feibe B. Rondonuwu. M,Si, Anggota DPRD Bolmut Budi Setiawan Kohongia S,Pd, Ketua Pengadilan Agama Boroko, Muhammad Anwar Umar S.Ag, Ketua KPUD Bolmut, Para Asisten Sekda Bolmut Para Staf Ahli Dan Staf Khusus Bupati Bolmut, Kepala BPN Bolmut Eny Sulastri Darmayanti, SSIT, M.Si, Ketua MUI Bolmut, Hi Isra Kohongia S,Ag, Pimpinan OPD, Organisasi Keagamaan Bolmut. 

(Awal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here