Ditreskrimum Polda Sulut Ungkap Kasus Dugaan Perdagangan Bayi

0
244
Ditreskrimum Polda Sulut Ungkap Kasus Dugaan Perdagangan Bayi
Press conference oleh Polda Sulut terkait penagkapan tersangka kasus dugaan perdagangan bayi
Advertisement

BOLMORA.COM, HUKRIM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya berhasil mengungkap laporan masyarakat terkait adanya praktik kasus dugaan perdaganggan bayi, oleh seorang wanita warga Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulut.

Pun dengan menerjunkan personel Ditreskrimum, Polda Sulut langsung turun dan  berhasil mengamankan tersangka berinsial FM alias Cici (38), yang berprofesi sebagai dukun beranak.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam press conference di Mapolda Sulut Kamis (7/10/2021) sore kemarin mengatakan, perdagangan bayi ini diduga dilakukan sejak tahun 2020 hingga Agustus 2021.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat. Yang mana, di rumah kos tersangka telah terjadi dugaan tindak pidana perdagangan bayi,” ujarnya, di hadapan sejumlah awak media.

Bayi yang dijual saat itu baru dilahirkan oleh korban bernama Mita, warga Wanea. Kemudian bayi dijual oleh tersangka dengan alasan korban tidak mampu membayar biaya persalinan.

“Setelah menjual bayi, tersangka memberikan uang sebesar Rp1 juta kepada korban,” jelasnya, yang saat itu didampingi Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Fernando Siahaan.

Diungkakan, kejadian tersebut merupakan yang kedua kalinya. Pasalnya, anak pertama korban Mita juga dijual tersangka kepada orang lain. Pada kejadian pertama tersebut, tersangka memberikan uang Rp50 ribu kepada Mita.

“Kemudian pada pengembangan juga ditemukan korban lain, yaitu Lina, juga warga Wanea. Sehingga, sudah ada tiga bayi yang dijual tersangka. Ketiga bayi tersebut sudah ditemukan petugas,” beber Jules.

Dalam pengungkapan kasus perdagangan bayi ini, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu tas berisi gunting pusar, satu gunting penahan plasenta, kapas alkohol, perban, benang dan betadine.  Kemudian satu lembar bukti transfer uang ke rekening tersangka untuk membayar bayi sebesar Rp2 juta, tangkapan layar handphone berisi percakapan tersangka, serta akta kelahiran 2 orang bayi.

“Tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolda Sulut untuk diperiksa lebih lanjut. Kasus ini masih dalam pengembangan,” tambah Jules.

Dia mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan kejadian seperti ini agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat.

“Agar kita dapat menyelamatkan dan mengamankan, terutama bayi. Harusnya sang anak membutuhkan perhatian, kasih sayang dari ibu, tapi mungkin ibu bayi kekurangan biaya dalam proses persalinan. Tentunya ini harus menjadi perhatian bersama. Harus ada kiat-kiat atau perhatian dari pemerintah, dalam hal ini dinas terkait yang akan membantu proses persalinan ibu-ibu yang kurang mampu,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Fernando Siahaan mengatakan bahwa, informasi dan laporan dari masyarakat sudah sejak bulan Agustus 2021. Kemudian dari Subdit Renata melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti serta keterangan, sehingga disimpulkan bahwa tersangka FM diduga telah melakukan perdagangan orang yaitu bayi.

“Tersangka bukan bidan atau tenaga kesehatan, tapi bekerja secara mandiri. Tersangka selama ini melakukan praktik kebidanan liar, dan ini sering dilakukan. Tersangka sudah melakukan penjualan bayi sebanyak tiga kali,” paparnya.

Dijelaskan, tersangka dijerat Pasal 83 Jo Pasal 76F Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling sedikit Rp60 juta dan paling banyak Rp300 juta.

“Sedangkan pada Pasal 2 ayat 1, pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta,” sebut Gani, yang diketahui mantan Kapolres Bolmong.

Editor: Gunady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here