Pemkab Bolmong Gelar Rakor Persiapan Penilaian Penanganan Stunting
BOLMORA.COM, ADVETORIAL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penilaian Kinerja Kabupaten Lokasi Khusus (Lokus), dalam pelaksanaan konvergensi/intervensi penurunan stunting dan persiapan data untuk penilaian kinerja kabupaten dalam upaya pencegahan stunting terintegrasi.

Rakor yang dilaksanakan di ruang rapat Tiga Bintang, Kelurahan Mongkonai yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) ini, berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (8/10/2020).
Kegiatan ini dihadiri 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bolmong, yang masuk dalam tim koordinasi konvergensi penurunan stunting. Rakor tersebut dibuka oleh Sekertaris Bappeda Bolmong Yanny Pudul.
Dalam sambutannya, Yanny Pudul menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut akan melaksanakan penilaian kinerja bagi empat Kabupaten Lokus, yang terdiri dari Kabupaten Bolmong, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Minahasa dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Menurutnya, sebagai daerah lokus di Provinsi Sulut, Kabupaten Bolmong memperoleh kesempatan dalam kesiapan penilaian intervensi stunting.
“Kabupaten Bolmong salah satu daerah yang akan dinilai dalam pencapaian penanganan stunting, baik secara sensitif maupun spesifik,” jelasnya.
Dikatakannya, rakor ini dalam rangka membangun komitmen dan sinergitas upaya integrasi gizi sensitif dan spesifik penurunan stunting di Kabupaten Bolmong.
“Rakor ini sebagai langkah untuk mereview kembali penerapan Pilar strategi nasional pencegahan Stunting,” katanya.

Ia mengatakan, rakor ini bertujuan mereview kembali empat aksi yang merupakan fokus pertama yakni, analisis situasi, penyusunan rencana kegiatan, rembuk stunting dan peraturan bupati tentang peran desa. Sehingga peran OPD yang termasuk dalam tim konvergensi penurunan stunting dapat menyediakan data yang diperlukan dalam analisis situasi tersebut.
“Baik data sebaran stunting dari Dinkes Bolmong, maupun data cakupan intervensi yang terinci sampai tingkat desa dan kelurahan. Penanggung jawabnya yakni OPD yang masuk dalam tim konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Bolmong tahun 2020,” jelasnya.
Ia juga mengatakan dibutuhkan beberapa inovasi dari OPD terkait sebagai wujud komitmen bersama untuk realisasi capaian terbaik dalam penanganan stunting ini.
(Advertorial/Agung)



