Bupati Yasti Bakal Jadikan Kimong Primadona di Kabupaten Bolmong
BOLMORA.COM, BOLMONG — Pengoperasian Kawasan Industri di Kabupaten Bolaang Mongondow (Kimong) hanya tinggal menunggu waktu. Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan investor akan segera masuk, setelah adanya vaksin Covid.
“Tinggal tunggu vaksin Covid, dan mereka masuk kemari,” katanya.
Yasti juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah diundang oleh Pemerintah Cina untuk membicarakan tentang hal tersebut. Tapi, karena adanya protokol kesehatan, maka ia masih mengurungkan niatnya.
“Harus menjalani masa isolasi di Cina selama 21 hari. Siapa juga yang mau berlama lama seperti itu,” ujarnya.
Kawasan industri memang merupakan mimpi besar Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow. Ia bertekad agar kawasan bisa segera terwujud. Saking seriusnya, Yasti sampai merelakan area kantor bupati untuk Kimong, lengkap dengan rumah dinas yang disediakan untuk penginapan sementara bagi investor.
“Untuk membangun Bolmong kita perlu investor. Tak bisa mengandalkan APBD. Investor harus kita permudah,” katanya.
Menurut Yasti, nilai investasi Kimong tak main – main. Besarnya sampai 150 T.
“Ini lebih besar saat membangun Singapura puluhan tahun lalu,” katanya.
Ada ratusan investor Cina yang hendak masuk. Belakangan investor Jepang juga tertarik.
“Ini bisa membuka lapangan kerja sebesar 33 ribu. Sesuai MOU harus diprioritaskan warga Bolmong,” katanya.
Sebut Yasti, investor kadang datang secara incognito. Tahu tahu mereka sudah datang. Mengapa investor Cina ingin ke Sulut dan Bolmong?.
“Pertama letak kita sangat strategis. Dari sini ke Cina kapal hanya butuh waktu tiga hari tiga malam. Kedua mereka itu suka sekali pantai. Tak ada pantai disana. Ketiga faktor makanan. Mereka cocok dengan makanan Manado yang ekstrim. Ini tak ada pada daerah lain,” ujarnya.
Berbagai upaya terus dilakukan Yasti, agar Kimong bisa segera running. Salah satunya dengan menghubungi salah satu Menteri. Ia meminta agar
investor segera beroperasi sambil mengurus izin. Usul tersebut pun disambut baik.
“Katanya yang penting pak Gubernur oke, makanya dijalankan,” ujarnya.
Untuk menjamin kesediaan energi Kimong, Yasti bermanuver. Ia bertemu pemilik kapal energi Turki.
“Hasilnya ia setuju kirim kapal kemari,” kata dia.
Yasti menjawab pertanyaan sejumlah kalangan yang skeptis dengan Kimong. Banyak yang membandingkan kimong dengan KEK bitung. Sebut Yasti, Kimong adalah kawasan Industri sedang KEK Bitung adalah kawasan ekonomi.
“Kalau KEK Bitung masalahnya lahan,” kata dia.
Beber Yasti, Kimong adalah investasi swasta. Semua aspek pembiayaannya dari swasta.
“Pemerintah hanya fasilitator plus memastikan kemudahan penanam modal masuk lancar tanpa birokrasi dan regulasi berbelit belit. Apalagi sekarang semua perizinan satu pintu di bawah BKPM,” ujarnya.
“Intinya Kimong ini benar – benar nyata dan segera terwujud,” tambahnya.
Untuk menyiapkan SDM, Yasti bakal menggelar pelatihan vokasi. Kurikulum bahasa Mandarin tengah disiapkan di sejumlah sekolah.
“Kita siapkan SDM handal,” ujarnya.
Satu satunya kendalanya, beber dia, adalah kesadaran masyarakat sekitar lokasi Kimong. Namun dengan sosialisasi yang baik, ia hakul yakin kendala itu teratasi. Yasti mengungkapkan peran Olly Dondokambey yang disebutnya sangat mendukung hadirnya Kimong.
“Pak Olly sangat mendukung, ini bentuk perhatiannya bagi warga Bolmong dan BMR umumnya,” katanya.
(Agung)



