Dinkes Bolmong Ajak Masyarakat Budayakan 3M
BOLMORA.COM, BOLMONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow (Bolmong) mengimbau masyarakat agar menggiatkan gerakan 3M guna mencegah nyamuk eedes aegypti dan penyakitlainnya yang berkembang di musim penghujan.
Kepala Dinkes Bolmong, Sahara Albugis, menyampaikan agar masyarakat mengiatkan Gerakan 3M. Yaitu menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, Menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan Memanfaakan kembali atau mendaur ulang barang bekas.
“Sekarang Kabupaten Bolmong memasuki musim penghujan, seharusnya masyarakat harus membiasakan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, tidak menggantung pakaian dalam kamar dan menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air,” ungkapnya, Rabu (9/1).
Ia juga mengatakan saat ini curah hujan di wilayah Kabupaten Bolmong mulai meningkat dan bisa menyebabkan banyak lokasi rawan banjir dan sampah menumpuk. Jika masyarakat setempat tidak menjaga lingkungannya maka akan terjadi peningkatan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk yang bisa menularkan penyakit demam berdarah di tempat-tempat yang terisi air, atau terjadi genangan untuk beberapa waktu.
“Misalnya di dalam kaleng atau ban bekas. Genangan air itulah yang akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Semakin banyak populasi nyamuk maka risiko penularan penyakit akan semakin besar pula. Sehingga kami minta partisipasi aktif masyarakat dalam membantu membasmi perkembangbiakan nyamuk tersebut melalui gerakan 3M,” katanya.
Selain penyakit DBD, penyakit lain di musim hujan yang juga perlu diwaspadai adalah penyakit akibat virus seperti influenza, penyakit akibat bakteri dan parasit dan penyakit akibat jamur.
“Masyarakat juga harus menjaga kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut,” tambahnya.
Selain aktif melakukan gerakan 3M dan menjaga kebersihan lingkungan, sahara juga mengimbau masyarakat untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat dan menghindari menggantung pakaian di dalam kamar.
(Agung)



