Dilanda Kekeringan, Harga Cabai di Bolmong Tembus Rp100 Ribu Per Kilogram
BOLMORA.COM, BOLMONG – Harga cabai rawit dan keriting di Pasar Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mendadak makin pedas. Pasalnya, harga rata-rata untuk per kilogram (Kg) biasanya hanya Rp20 – 30 ribu per kilogram, kini mencapai Rp90-100 ribu per kilogram.
Ningsi, seorang pedagang cabai saat diwawancarai mengungkapkan bahwa kenaikan cabai di pasar dikarenakan beberapa bulan terakhir Kabupaten Bolmong dilanda kekeringan.
“Rica (Cabai,red) di sini mahal karena hujan tidak turun. Kemarin harganya sempat turun, tapi hanya sehari,” ungkap Ningsi.
Sementara, pedagang lainnya mengaku tidak tahu penyebab sehingga harga cabai bisa naik. Ia mengaku, cabai di pasar tersebut sebagian besar dipasok dari petani yang ada di Bolmong.
“Ngak tahu pak, kalau cabai kami ambil dari petani lokal,” katanya
Pun demikian dengan Vico, yang kesehariannya sebagai petani. Kata dia, harga cabai normal adalah berkisar Rp30 ribu per kilogramnya.
“Harga cabai stabil pada Agustus lalu. Namun, mulai September menunjukan tren naik. Untuk awal bulan ini, harganya sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram,” terangnya.
(Agus)



