Bolmong

Ketegangan Antara Desa Tambun dan Dumoga Merembet hingga ke Medsos, Pesan Damai Juga Berkumandang

BOLMORA.COM, BOLMONG – Ketegangan di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), antara Desa Tambun dan Dumoga tidak hanya terjadi di dunia nyata, namun marak di medsos.

Amatan Bolmora.Com, video tawuran antar kampung (Tarkam) antara Desa Dumoga dan Tambun beredar di medsos facebook. Sontak video tersebut memicu adu komen antara warga dua desa itu. Bahkan, ada seorang pemilik akun medsos sosial dengan emisional menulis akan membakar Polsek. Postingan itupun jadi viral. Pemilik akun itu dibully. Namin akhirnya ia minta maaf kepada Polda dan masyarakat.

Pesan damai juga berkumandang di medsos. Ajakan untuk tidak terprovokasi bergaung, yang mendapat respon positif dari netizen. Ajakan damai juga bergaung di medsos, yang bunyinya #BolmongRumahKitaBersama #TorangBolmong.

“Memutus mata rantai penanganan konflik yang sering terjadi di sebagian dataran Dumoga, dibutuhkan kesadaran dan tanggung jawab serta kerja bersama. Berpeganglah pada tali kasih sebagai perekat kita sesama anak Mongondow yang lahir, besar, tempat berpijak untuk sumber penghidupan sampai diakhir masa hidup kita, dan berpeganglah  pada pedoman  motto leluhur mototompiaan, mototabian bo mototanoban (baku”Bae, baku”sayang, baku”inga). Inilah semangat kita sesama anak Mongondow, tak peduli siapapun dan darimana asal kita, karena torang sama satu Bolaang Mongondow, satu Sulawesi Utara, Satu Indonesia, karena Bolmong Rumah kita, Rumah kita ada di Bolmong,” tulis akun atas nama Marief Mokodompit.

Umumnya, perusuh di dataran Dumoga adalah remaja. Hal itu dibeber oleh Camat Dumoga Timur Jootje Tumalun.

“Terutama yang putus sekolah,” kata dia.

Para remaja ini jadi beringas kala mengkonsumsi miras. Dari pesta miras berujung rusuh.

“Saat ketemu teman-temannya, lalu miras bersama sama dan akhirnya bikin rusuh,” ungkap Jootje.

Dia menyebut, medsos di tangan para anak muda tanggung ini, jadi senjata mematikan. Kericuhan membesar akibat postingan di medsos.

“Kadang ada postingan atau live desa ini sedang bersiap perang. Ini menjadi salah satu pemicu ketegangan di kawasan, ternyata semua bohong,” terangnya.

Dikatakan Jootje, para pemuda di Dumoga kebanyakan bekerja di tambang, hingga ia tak memungkiri karakter mereka juga keras. Untuk mengatasi itu, Pemkab Bolmong, sedang menyiapkan program pemberdayaan kaum muda.

“Hal ini saya sudah komunikasikan dengan pak Asisten I Pemkab Bolmong Derek B. Panambunan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Bolmong Derek B. Panambunan mengatakan, program itu akan bekerja sama dengan Dispora yang membidani kepemudaan.

 “Kita lihat saja,” ucapnya.

Kapolres Kotamobagu AKBP. Gani Siahaan, SIK, M.H., mengatakan, dirinya sangat mendukung adanya pemberdayaan kaum muda untuk mengatasi tarkam berlarut di Dumoga.

“Program itu sangat baik. Kami dari kepolisian sangat merespons positif,” singkat Gani.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button