Warga Motabang Hadang Kedatangan Pasangan Calon Y2
Mangkat : Itu Bentuk Spontanitas Masyarakat
BOLMORA, POLITIK –Tensi politik jelang penetapan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bolmong, mulai memanas. Sikap arogansi para pendukung salah satu pendukung bakal calon mulai terlihat. Ini dibuktikan, saat kunjungan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bolmong Yasti Soeprdjo Mokoagow-Yanny Tuuk, di Desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kamis (20/10/2016).
Saat pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Paratai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu hendak bersilaturahmi ke kediaman bendahara DPC PKB Titin Dilapanga, dihadang oleh sejumlah pendukung salah satu pasangan bakal calon. Hal itu, dibenarkan Koordinator Media Center tim Yasti – Yanny (Y2), yakni Yusra Alhabsyi.
Ketua DPC PKB Bolmong ini menyayangkan sikap arogansi pendukung salah satu bakal calon lain kepada Y2.
“Sikap arogansi kepada Y2 sudah berlebihan. Bahkan ada tulisan, palang jalan, serta merusak fasilitas jembatan agar Y2 tak bisa jalan,” ungkap Yusra.
Ia pun meminta kepada pasangan calon lain agar dapat mengendalikan pendukung masing-masing.
“Juga kepada aparat hukum, Panwas agar melakukan koordinasi dengan KPU. Sebab, tindakan-tindakan seperti itu tidak bisa dibiarkan,” kata Ucan sapaan akrabnya.
Ini perlu dilakukan kata Yusra, agar Pilkada Bolmong berjalan aman dan damai.
“Mari kita ciptakan Pilkada damai dan aman,” imbaunya.
Sementara itu Abdul Kadir Mangkat, Ketua Tim Pemenangan bakal calon Salihi Mokodongan-Jefri Tumelap, dikonfirmasi terpisah menjelaskan, penghadangan yang dilakukan oleh masyarakat itu adalah bentuk spontanitas. Katanya, itu terjadi di luar kontrol daripada tim pemenangan.
“Itu bentuk spontanitas masyarakat. Jadi, jangan ada yang mengartikan itu adalah setingan atau sengaja diinstruksikan oleh tim pemenagan. Sama sekali tidak,” ungkap Mangkat, via telepon seluler, Jumat (21/10/2016).
Ia mengimbau kepada masyarakat agar jangan terpancing dengan isu-isu yang berkembang yang sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi, menjelek-jelekan salah satu bakal calon.
“Mari kita tunjukan sportifitas Pilkada Bolmong. Kita semua pasti menginginkan hasil terbaik. Olehnya jangan terpancing dengan isu-isu yang berkembang, yang nantinya akan berimbas pada stabilitas keamanan,” pungkasnya.
“Kemudian kepada masing-masing tim pemenangan, mari bersaing secara sehat. Kita ciptakan besama Pilkada Bolmong aman dan damai. Jangan ada yang menjatuhkan bakal calon di depan publik. Sebab hal itu jelas akan merusak tatanan demokrasi di Pilkada ini, yang ujung-ujungnya akan berimbas kerugian bagi salah satu bakal calon,” tambah Mangkat.(gun’s)


