MKD Akan Sidang Ruhut karena Sebut HAM “Hak Asasi Monyet”

0
376
Advertisement

MKD Akan Sidang Ruhut karena Sebut HAM “Hak Asasi Monyet”

Bolmora – Politik

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menggelar rapat internal, untuk mengevaluasi sidang-sidang yang tertunda sebelumnya. Selain itu, dalam rapat tersebut akan membahas soal pengaduan yang terjadi selama masa reses. Salah satunya kasus penyebutan ‘Hak Asasi Monyet’ oleh Ruhut Sitompul, ketika rapat di Komisi III bersama Kapolri, Rabu (20/4/2016) lalu.

“Kita membahas pernyataan beliau (Ruhut) ketika rapat di Komisi III dengan Kapolri. Yang mana dalam rapat tersebut beliau sempat memberikan dukungan kepada Kapolri dan menafikan kehadiran kawan-kawan dari Kontras, Komnas HAM dan Pemuda Muhammadiyah,” ujar anggota MKD Muhammad Syafii, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Rabu, 18/5/2016).

Menurut Syafii, perkataan Ruhut yang memplesetkan HAM kepanjangan dari Hak Asasi Monyet adalah pernyataan yang tidak bisa dianggap biasa. Padahal, kata Syafii, HAM (Hak Asasi Manusia) adalah lembaga yang harus dijunjung tinggi.

“Dijadwalkan pada sidang pertama akan memanggil pengadu. Mungkin untuk sidang pertama kasus Ruhut sudah mulai berlangsung tanggal 31 Mei nanti,” ungkap Syafii.

Sementara itu, mengenai aduan Fahri Hamzah terhadap tiga anggota Fraksi PKS, yakni Sohibul Iman, Hidayat Nurwahid dan Surahman Hidayat, MKD tidak membahas itu di rapat internal.

“Itu belum dibahas dalam rapat internal tadi, masih dalam proses,” kata Syafii.

Sebelumnya, Ruhut dilaporkan ke MKD oleh Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak, karena memelesetkan kepanjangan HAM menjadi Hak Asasi Monyet. Laporan dilakukan pada 29 April 2016, lalu.

Menanggapi adanya laporan itu, Ruhut menganggap enteng. Politikus Partai Demokrat ini menilai orang-orang yang melaporkan dirinya hanya ingin menumpang tenar. Ruhut menilai pelaporan itu seperti mencari sensasi.

“Aku ketawa termehek mehek.Jangankan ke MKD, ke Tuhan pun aku hadapi,” kata Ruhut.

Ruhut mengaku memelesetkan kepanjangan HAM karena ia merasa tidak ada pelanggaran HAM dalam kematian Siyono. Ia mendasarkan anggapannya setelah mendengar keterangan Kapolri.(tmc/gm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here