Pemkot Kotamobagu Seriusi Penyebaran Virus Flu Burung
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, terus menyeriusi antisipasi penyebaran virus flu burung, yang saat ini mulai mewabah dan menyerang ratusan unggas di Kota Kotamobagu.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pertanian Peternakan Perikanan Perkebunan dan Kehutanan (DP4K), dimaksimalkan untuk menangani kasus virus ini.
“Dinas kesehatan harus bergerak cepat memantau akibatnya, kemudian mendeteksi virus yang sudah menyerang ratusan unggas. Jangan sampai virus ini menular ke manusia. Selain itu, Dinas Peternakan juga harus bekerja ekstra dengan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi penyebaran flu burung,” tegas Wali Kota Tatong Bara, Selasa (18/10/2016).
Saat ini, BP4K terus memperketat pengawasan terhadap distribusi unggas, baik yang didatangkan maupun yang berasal dari Kotamobagu sendiri, termasuk menyisir semua kandang unggas guna memutus mata rantai penyebaran flu burung.
Selain itu, langkah yang dilakukan adalah menyiapkan disinfektan untuk penyemprotan kandang unggas.
“Kita siapkan disinfektan. Ini gratis untuk masyarakat. Untuk penyemprotannya bisa menghubungi penyuluh peternakan yang ada di desa dan kelurahan,” imbuh Kepala DP4K, Hardi Mokodompit.
Sekretaris Dinas Kesehatan Ahmad Yani Umar mengungkapkan, pihaknya bersama DP4K sudah turun lapangan mensialisasikan ke masyarakat soal bahaya virus flu burung. Katanya, penularan flu burung bisa melalui kontak langsung dengan unggas, kotoran unggas serta cairan yang keluar dari hidung unggas. Sedangkan gejala-gejalanya adalah demam/panas tinggi, sakit tenggorokan, batuk, pilek, sakit kepala dan sesak nafas.
“Jika merasakan gejala-gejala itu, segera menghubungi tempat pelayanan kesehatan terdekat,” imbaunya.(me2t)



