Jeane Laluyan Ingatkan RTRW Bukan Hanya Soal Pertambangan Tapi Menyangkut Semua

BOLMORA.COM, SULUT – Pansus RTRW DPRD Provinsi Sulut bersama SKPD dan Tim Ahli Pemprov Sulut kembali laksanakan rapat pansus RTRW.
Saat rapat berlangsung, Jeane Laluyan salah satu anggota pansus dengan tegas mengingatkan bahwa bicara soal RTRW bukan hanya soal pertambangan tapi sudah menyakut semuanya.
“Tata ruang ini tidak hanya yang dibicarakan pertambangan, namun ada di bagian semuanya,” ucap Jeane.
Komentar Legislator dapil Manado ini tentu saja memiliki alasan yang tepat.
“Mengingat kemarin susahnya masyarakat mendapatkan pangan terutama beras. Banyak lahan masyarakat yang sudah alih fungsi,” ujar Jeane sembari menegaskan kalau swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas Preseiden RI Prabowo Subianto.
Memang lanjut Jeane, 67 persen untuk pertambangan masih akan dikaji kembali. Namun harus diperjelas karena pertambangan tidak hanya berbicara soal pertambangan emas tapi ada juga tambang batu.
Dirinya juga menghimbau agar penataan wilayah harus secara jelas.
“Jangan sampai pemerintah daerah dan pusat sudah mengeluarkan misalnya ijin pariwisata tapi berbatasan atau didalamnya ada konsep pertambangan,” kata Jeane.
Bukan hanya itu, Jeane juga sentil soal kontur tanah di Sulut sehingga wajib mementingkan keselamatan masyarakat.
“Itu di atas segala-galanya. Memang kita mau menghidupakan masyarakat yaitu pertambangan banyak, tapi pertanian juga banyak. Perkebunan juga,” himbau Politisi dari PDI Perjuangan ini.
Akhir, Jeane mengusulkan agar sebelum masuk jadwal lintas sektor (Linsek) sudah dikaji kembali soal besaran wilayah untuk pertambangan, pertanian, pemukiman dan pariwisata.
“Tolonglah, sebelum kita liset, kita bicarakan lagi kira-kira berapa persen pertanian. Ketahanan pangan, ini presiden lo yang bilang. Jadi, cuma mengingatkan saja sebelum linset saya mohon kita sama-sama sudah bisa mengkaji kembali berapa persen untuk pertambangan, pertanian, pariwisata,” tutup Jeane.
(Jane)



