Seriusi Tapal Batas Boltim-Mitra, DPRD Boltim dan Pemdes Buyat Bersatu Sambangi Pemprov Sulut

0
572
Seriusi Tapal Batas Boltim-Mitra, DPRD Boltim dan Pemdes Buyat Bersatu Sambangi Pemprov Sulut
Tampak Anggota DPRD Boltim dan Pemdes Buyat Bersatu saat diterima oleh Kabag Tapem Pemprov Sulut Jems Kewas
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLTIM – Aduan Pemerintah Desa (Pemdes) Buyat bersatu Kecamatan Kotabunan terkait persoalan tapal batas Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus di seriusi.

Bersama beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Daerah) Boltim, perwakilan Pemdes Buyat dan Camat Kotabunan menyambangi Biro Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (24/9/2020).

“Tujuan kita datang dalam rangka konsultasi perihal aduan Pemdes Buyat bersatu menyangkut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 69 Tahun 2016 tentang batas daerah Kabupaten Boltim dan Kabupaten Mitra,” ungkap Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Boltim Samsudin Dama.

Dirinya mengatakan, berdasarkan data dan fakta, sebagian wilayah yang seharusnya menjadi milik Kabupaten Boltim sudah berada di wilayah Kabupaten Mitra.

“Persoalan Tapal batas ini harus di luruskan, karena kita sebagai masyarakat Boltim sangat dirugikan dengan hilangnya sebagian wilayah yang dari jaman dahulu menjadi milik Buyat namun dengan terbitnya Permendagri Nomor 69 Tahun 2016 sudah menjadi wilayah Mitra. Ini harus diluruskan karena jika dibiarkan akan berakibat konflik di tengah masyarakat wilayah perbatasan,” terang Samsudin.

Pun demikian dikatakan oleh anggota Komisi 1 DPRD Boltim Revy Lengkong. Dirinya berharap, persoalan tapal batas ini harus segera ditindaklanjuti.

“Ini menyangkut harga diri masyarakat Boltim dan pastinya akan kita kawal terus hingga tuntas, tegas sekretaris Komisi lll DPRD Boltim ini.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintah Pemprov Sulut yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Jems Kewas mengatakan, persoalan tapal batas Boltim-Mitra sudah ada Permendagri namun persoalan aduan masyarakat Buyat ini akan kita bahas bersama Pemda Boltim dan Mitra.

“Terimakasih kepada DPRD Boltim, Camat Kotabunan serta Kepala Desa Buyat bersatu yang telah hadir disini dan kami akan tindaklanjuti dengan memanggil Pemda Boltim dan Mitra, kemudian kita lanjutkan turun ke lapangan meninjau langsung koordinat tapal batas,” Kata Kewas.

Selain Samsudin Dama dan Revy Lengkong, turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah anggota DPRD Boltim Dahlan Saniman, Hj Sutanti Ginoga, Edsyuko Tendean, Camat Kotabunan Frida Manoppo, Kepala Desa Buyat 1 Chandra Setiawan Modeong, Kepala Desa Buyat Induk Ulpin Modeong.

(RG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here