Digauli Ayah Kandung Selama 5 Tahun, Gadis Ini Akhirnya Mengadu Ke Polisi Via Medsos

0
346
Digauli Ayah Kandung Selama 5 Tahun, Gadis Ini Akhirnya Mengadu Ke Polisi Via Medsos
Gambar ilustrasi rudapaksa/Foto: Ist
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Malang benar nasib gadis berusia 22 tahun, (sebut saja Mawar) warga asal Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Ia harus mengalami trauma berat dalam hidupnya karena menjadi korban rudapaksa dari orang terdekatnya yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri.

Kasus ini terkuak lantaran mawar sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan bejat ayahnya. Ironisnya, mawar dirudapaksa oleh IB, (ayah korban) selama lima tahun belakangan ini. 

Mawar akhirnya memberanikan diri dan menceritakan kejadian pahit itu ke teman medsosnya, pada Minggu 12 September 2021 kemarin.

Teman medsosnya menyarankan mawar untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Ia membantu mawar dengan memberikan salah satu nomor kontak polisi kenalannya. Saat itu Mawar langsung menghubungi nomor kontak polisi itu dan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya.

Polisi kemudian mengarahkan mawar untuk melaporkan kejadian tersebut ke Grup Tim Maleo di media sosial Facebook.

Alhasil laporan korban di grup Facebook Tim Maleo direspon, dan mawar diminta untuk mengirimkan detail tempat kejadian melalui video.

IB (50) tahun, akhirnya ditangkap di kediamannya, tepatnya di perkebunan puncak Bangelon, Kabupaten Bоlmоng. 

Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan bahwa pelaku saat ini sudah ditahan oleh pihaknya. 

“Setelah diamankan, pelaku sudah ditahan,” tegas dia. 

Perwira dua melati ini menegaskan jika alat bukti visum juga sudah dikantongi pihaknya.  Dirinya juga sangat menyayangkan kejadian tersebut. 

“Ini kejadian yang sangat memprihatinkan, dan saya harap kedepannya sudah tak ada lagi kasus seperti ini,” tegas dia

Saat berada di Polres Kotamobagu, Mawar dengan wajah lesu dan tampak pucat mengucapkan 

“Saya sudah tak kuat” kepada seorang penyidik

Bicaranya pun terbata-bata, sesekali matanya kosong melihat sang bibi yang ada disampingnya. Dihadapan polisi, ia mengatakan jika sudah tak tahan dengan tindakan sang ayah.

“Kejadian tersebut bermula sejak saya masih umur 17 tahun,” ucap dia saat didampingi bibi di Polres Kotamobagu.

Akibat kejadian tersebut, ia seperti menutup diri dan tak mau keluar dari rumah kebunnya. Ia bahkan enggan kembali ke desa, karena malu akan kejadian tersebut.

“Saya malu apalagi ketika mau bertemu orang-orang disekitar,” ungkap korban.

Kanit PPA Polres Kotamobagu Ipda Fitri Nugrahani membenarkan penuturan korban. Ia mengatakan jika saat kejadian ini sudah berlangsung sejak 5 tahun lalu.

“Korban sangat trauma, karena kejadian ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun,” aku dia.

Fitri menegaskan jika kasus ini secepatnya akan diproses oleh pihaknya.

“Secepatnya kita akan proses,” tegas dia.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here