Tarkam Tambun Vs Dumoga Berangsur Membaik
BOLMORA.COM, BOLMONG – Aksi saling serang yang terjadi di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), antara Desa Tambun dan Dumoga berangsur membaik.
Camat Dumoga Timur Jootje Tumalun saat dikonfirmasi mengatakan, warga kedua desa yang terlibat tawuran antaar akmpung (Tarkam) sudah saling mengunjungi.
“Situasi kini terkendali, dan sudah membaik,” kata dia.
Meski sudah membaik, namun aparat kepolisian masih melakukan penjagaan di sejumlah titik. Upaya damai pun sudah dilakukan Minggu (29/9/2019) malam kemarin.
“Tadi malam kedua desa sepakat untuk menghentikan permusuhan,” ungkap Jootje.
Menurutnya, berbagai upaya dilakukan pihaknya untuk menempuh jalan mendatangi masing-masing desa yang bertikai. Selanjutnya, memberikan pembinaan.
“Cara itu ditempuh, lantaran kedua desa baru saja bertikai,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun Bolmora.Com, tarkam antar desa terjadi pada Sabtu (28/9/2016) tengah malam itu,menyebabkan seorang aparat kepolisian kena luka tembak senapan angin. Aparat kepolisian tersebut terkena peluru senapan angin pada bagian lengan saat tengah mengamankan bentrok antar warga.
Bentrokan terjadi sejak 26 September lalu, dan berpuncak pada Sabtu lalu, yang menyebabkan sebanyak tiga warga terluka kena tembakan senapan angin. Seorang warga lainnya tumbang terkena lemparan batu.
Hasil konfirmasi awak media, Kapolres Kotamobagu melalui Kasubbag Humas AKP Rusdin Zima mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 WITA, Sabtu malam. Pemicunya hanya masalah kecil yang kemudian membesar. Akhirnya, melebar menjadi aksi saling serang dengan batu dan senapan angin antar warga.
Awal kejadiannya, saat warga Desa Tambun melakukan penjemputan jenazah warga setempat, menuju ke rumah duka. Saat itu, warga yang melakukan iring-iringan, terutama yang mengendarai kendaraan roda dua, menarik-narik kontrol gasnya. Sehingga, mengganggu warga sekitar yang tengah beristirahat.
“Saat iring-iringan penjemput jenazah melewati Desa Dumoga, di situlah terjadi aksi pelemparan. Yang melakukan pelemparan adalah warga dari Desa Dumoga,” kata Rusdin, menjelaskan.
Pun hingga saat ini, petugas kepolisian dibantu TNI di bawah pimpinan Kapolres Kotamobagu AKBP. Gani Fernando Siahaan, SIK, M.H., tengah melakukan pengamanan di lokasi.
“Untuk sekarang ada sekitar 70-an personel yang standby di Polsek Dumoga Timur,” ujar kata Rusdin menambahkan.
(Agung)



