Akibat Kemarau Panjang, Biaya Hidup Masyarakat Bolmong Melonjak Drastis
BOLMORA.COM, BOLMONG – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow mengakibatkan sejumlah desa mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih.
Sumur yang kerap digunakan warga sehari-hari pun juga sudah mengering. Seperti yang dialami warga Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang. Untuk memenuhi kebutuhan air minum warga hanya mengandalkan suplai air dari BPBD Bolmong.
“Semua sumur di daerah sini mengering. Lainnya tak layak dikonsumsi lagi. Sebelum ada bantuan air bersih kami membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Umar, warga Desa Bolangat Timur.
Hal serupa turut dirasakan sejumlah warga di Kecamatan Passi Barat. Menurut seorang warga, sampai saat ini sebagian warga mendapatkan kebutuhan air bersih dari air mineral yang dibeli setiap harinya, dan kondisi ini dirasa sangat menguras kantong.
“Sudah sejak awal bulan ini sumur kosong, kami kesulitan air bersih. Untuk memasak saja kita harus pakai air isi ulang dan ini sangat menguras kantong,” kata Daud
Menurutnya, pihak desa sudah mengirim surat permintaan bantuan air bersih ke BPBD Bolmong
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan mengatakan, bahwa pihaknya sudah memberi bantuan air bersih di desa Bolangat dan akan menyusul Desa Bintau di kecamatan Passi barat.
“Disana sudah dilakukan asesmen dan hasilnya 90 persen sumur di sana kering,” kata dia.
Ia juga mengatakan, dari laporan yang ada sudah empat desa yang mengalami kekeringan.
“Bolangat sudah ditangani, Bintau sudah dicek ternyata benar, Wangga masih akan diasesmen dan Ambang baru dilaporkan,” ucapnya
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang mengatakan, pemerintah akan berupaya maksimal untuk mengatasi bencana kekeringan di Bolmong.
(Agung)



