Kekeringan di Wilayah Pantura Bolmong Kian Parah
BOLMORA.COM, BOLMONG – Beberapa desa di wilayah pantai utara (Pantura) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) masuk wilayah rentan pangan.Seperti di Desa Batu Merah, Kecamatan Sangtombolang. Warga di desa ini yang umumnya berprofesi sebagai nelayan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, berupa beras. Celakanya tangkapan ikan juga tak sebanyak bulan sebelumnya.
“Bulan ini sedikit ikan, angin juga kencang, susah untuk melaut,” ungkap Prianto, warga setempat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bolmong I Wayan Sarwa mengatakan, sejumlah desa di pantura masuk kategori rentan pangan.
“Di Sangtombolang, ada dua desa yang masuk kategori rentan pangan, sedangkan di Poigar ada satu desa,” sebutnya.
Dikatakan, daerah rentan pangan hanya beberapa desa saja. Untuk keseluruhan, Bolmong masih aman.
“Wilayah Dumoga yang jadi sentra pangan masih dapat memproduksi beras,” ujarnya.
Mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Bolmong menyiapkan cadangan beras sebesar 10 ton. Sarwa membeberkan, pihaknya segera melakukan MoU dengan Bulog untuk menyalurkan besar cadangan.
“Kondisinya sudah mendesak, jadi di triwulan tiga ini kita segera salurkan,” terang dia.
Besar cadangan pangan itu akan disalurkan di sejumlah daerah rawan pangan. Pihaknya sudah memetakan sejumlah daerah rentan pangan.
“Umumnya di wilayah pantura,” kata Sarwa.
Diketahui, sebanyak 522 hektare lahan pertaniandi Bolomong gagal panen. Sementara, 500 hektare lahan lainnya berpotensi kekeringan.
Darwis, petani asal Desa Bolangat mengungkapkan, lahan padi seluas 3 hektare miliknya alami gagal panen.
“Semuanya puso, padahal rencananya panen pada akhir September ini,” kata dia.
Kadis Pertanian Bolmong Raymond Ratu mengatakan, gagal panen terjadi untuk tanaman jagung dan padi.
“Menurut data, tanaman jagung yang gagal panen sebesar 364 hektare, dan tanaman padi 157 hektare,” pungkasnya.
Ia membeber, kekeringan terjadi di tujuh kecamatan, yakni Passi Barat, Dumoga, Bolaang, Bolaang Timur, Poigar, Lolak dan Sangtombolang. Sementara Tiga wilayah terparah adalah Bolaang, Bolaang Timur dan Lolak.
“Sawah di sana tadah hujan, sehingga sangat bergantung pada air hujan,” tandas Raymond.
Dikatakan, pihaknya membantu petani yang sawahnya kekeringan dengan menyediakan pompa air. Sawah yang dipasangi pompa adalah yang dekat dengan sumber air.
Kasie Tanggap Darurat BPBD Bolmong Abdul Paputungan mengatakan, status siaga darurat karhutla, angin kencang serta kekeringan telah ditetapkan di Bolmong.
“Kemarau diperkirakan masih akan terjadi untuk beberapa bulan ke depan,” beber dia.
(Agus)



