Batu Bata Produksi Masyarakat Desa Tabang Mulai Saingi Hasil Kelurahan Pobundayan
BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU — Batu Bata atau yang lebih dikenal wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dengan sebutan Tela, semakin menarik minat masyarakat untuk memproduksinya.
Di Kota Kotamobagu sendiri, awalnya hanya Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan yang merupakan wilayah penghasil Tela. Tapi, sejak beberapa tahun terakhir ini, produksi salah satu bahan baku pembuat bangunan dari Desa Tabang tersebut sudah mulai menyaingi Tela dari Pobundayan.
“Produksi Tela masyarakat Tabang sudah sangat besar bahkan bisa mencapai jutaan biji setiap bulannya,” ungkap Fritz Junius Dilapangan, Sangadi Desa Tabang.
Dirinya menerangkan untuk menopang produksi Tela dari masyarakat Tabang sendiri, bantuan-bantuan untuk para pembuat Tela selalu pihaknya anggarkan setiap tahunnya.
“Bantuan peralatan untuk meningkatkan produksi Tela masyarakat disini selalu kita berikan, anggarannya kita ambil lewat Alokasi Dana Desa (ADD) karena ini merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan masyarakat Tabang sendiri,” terangnya.
Sementara itu, Yendri Damopolii, tokoh pemuda Desa Tabang yang tidak ragu untuk turun bergelut dengan usaha produksi Tela mengatakan, saat ini harga Tela produksinya masih normal-normal saja.
” Untuk Tela ukuran sembilan saya hargai Rp 500 dan Tela ukuran 12 Rp 600, harga ini berlaku jika pembeli mengambilnya di tempat produksi atau yang biasa kita sebut Barak Tela. Untuk stok saya saat ini masih ada sekitar 300.000 biji,” ujar Yendri.
(me2t)



