Kotamobagu

Pekarangan Rumah Bisa Dijadikan Lahan Pertanian

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Bergerak di bidang jasa, tak bisa dimungkiri bahwa, Kota Kotamobagu memang diketahui memiliki lahan pertanian yang lebih kecil dari daerah lain di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kotamobagu, melalui stafnya Djamila Akuba, saat diwawancarai awak media mengatakan, kurangnya lahan pertanian ini juga didorong oleh alih fungsi lahan.

“Iya, semakin berkembangnya Kota Kotamobagu sebagai calon ibu kota provinsi, membuat banyak lahan persawahan, diubah menjadi bangunan,” ungkapnya, Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, banyak juga warga Kota Kotamobagu yang menjadi pemilik lahan pertanian di daerah tetangga.

“Berdasarkan survey kami, rata-rata banyak warga Kota Kotamobagu yang berkebun di wilayah Bolmong atau Boltim, bahkan Bolsel. Hal ini menjadi faktor penting dalam gambaran perwajahan lahan dan dunia pertanian di Kota Kotamobagu, ” Djamila.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Kotamobagu Nurachim Mokoagow mengatakan, kecilnya lahan dan stabilitas stok pangan, bisa disiasati dengan metode pemanfaatan pekarangan rumah.

“Hal itu untuk menekan kebiasaan konsumen, dan berupaya memproduksi bahan makanan lewat menanam, serta pemanfaatan pekarangan rumah,” kata Mokoagow.

Ditambahkan, jika dalam setiap pekarangan rumah ditanami dengan rempah dapur, itu bisa berkali lipat lahan yang termanfaatkan.

“Minimal Barito (bawang, rica, tomat), rempah dapur. Maka semuanya bisa diatasi, selain pekarangan rumah lebih asri, juga lebih ekonomis dan sehat,” tutupnya.

(*/me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button