Penambang Pasrah PETI Maut Bakan Ditutup
BOLMORA, BOLMONG – Pengusaha tambang di Kabupaten Bolmong mengungkapkan pasrah dan menerima Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bakan, Kecamatan Lolayan ditutup. Hal ini terungkap dalam rapat bersama pengusaha tambang di Bolmong, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, Kamis (6/9/2018), di ruangan Asisten I Setda Bolmong.
“Ya, mau bagaimana lagi. Jika pemerintah dan aparat kepolisian sudah menutup lokasi tambang Bakan, pastinya kita akan menerima,” ungkap Om Tole, salah satu pengusaha tambang di PETI Maut.
Namun ia mengungkapkan, pemerintah dan aparat berwajib tidak boleh tebang pilih dalam penutupan lokasi tambang. Kata dia, di Kabupaten Bolmong masih ada begitu banyak lokasi pertambangan rakyat yang dibuka, dan masih beroperasi hingga saat ini.
“Supaya adil, semua lokasi pertambangan harus ditutup,” tegas Tole usai mengikuti rapat.
Sementara itu, Michael Potabuga, pengusaha tambang lainnya mengungkapkan, penutupan lokasi pertambangan di Bakan tentunya akan membawa dampak bagi pemerintah maupun masyarakat setempat. Yang mana, ada ribuan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di lokasi pertambangan rakyat di Bakan.
“Pertanyaannya saat ini, para penambang akan bekerja apa?. Selanjutnya, bagaimana mereka menghidupi keluarganya jika sudah tidak bekerja di pertambangan tersebut?,” ujarnya.
“Pastinya dengan penutupan tambang tersebut, akan menyebabkan bertambahnya pengangguran. Dan pasti, berdampak pada perekonomian di Kabupaten Bolmong,” ucap Michael.
Diketahui, rapat tersebut dipimpin langsung Asisten I Setda Bolmong Derek Panambunan, dan dihadiri instansi terkait. Di antaranya Kecamatan Lolayan, Sekretaris Kesbangpol Deker Rompas, bersama unsur TNI dan Polri.
Menurut Asisten I, rapat tersebut untuk menindaklanjuti pertemuan dengan KomnasHAM beberapa waktu lalu. Selain itu, sebagai upaya untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di daerah tersebut.
“Jadi, rapat ini bukan masuk pada teknis penutupan tambang, melainkan upaya pencegahan gangguan keamanan,” pungkasnya.
(agung)



