Bupati YSM Minta Panitia Pilsang Bekerja Secara Profesional

0
500
Bupati YSM Minta Panitia Pilsang Bekerja Secara Profesional
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akan melaksanakan pemilihan sangadi (Pilsang) atau kepala desa. Sekitar 96 desa di Bolmong bakal menyelenggarakan Pilsang. 

Guna meminimalisasi adanya polemik saat Pilsang nanti, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow (YSM), meminta agar para panitia Pilsang bekerja secara profesional. 

Menurutnya, Pilsang tahun ini harus berjalan kondusif dan aman. 

“Panitia harus mempersiapkan diri. Jangan sampai ada konflik nanti,” ujar bupati, beberapa waktu lalu.

Selain itu, top eksekutif di Kabupaten Bolmong ini menegaskan bahwa, verifikasi ijazah harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Pasalnya, keaslian ijazah sering menjadi masalah saat perhelatan Pilsang. 

“Makanya saya minta agar panitia mengecek sampai di sekolah, benar atau tidak ijazah tersebut,” imbuhnya.

Yasti pun berharap, Pilsang tahun ini bisa berjalan kondusif dan aman.

“Saya yakin jika semua pihak bekerja, maka Pilsang akan aman,” tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bolmong Deyselin Wongkar mengungkapkan, pihaknya mengajukan tambahan anggaran untuk pelaksanaan Pilsang serentak, yang akan digelar pada Desember 2021 nanti.

“Awalnya kita anggarkan untuk pembuatan satu TPS, dengan total anggaran Rp 1,6 Miliar, dikarenakan adanya Permendagri. Tapi ketika kita simulasi kembali, ternyata anggarannya mencapai Rp2,8 Miliar,” jelasnya.

Menurut Deyselin, usulan tambahan anggaran ini karena mengacu pada Permendagri Nomor: 72 tahun 2020 tentang pemilihan kepala desa, yang perlu melakukan penegakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Dikatakan, pihaknya tetap akan mengajukan kembali tambahan anggaran untuk pelaksanaan Pilsang, karena pelaksanaanya akan berbeda.

“Kita wajib menggunakan protokol kesehatan (Prokes). Salah satunya, diwajibkan membuat TPS,” jelas Deyselin.

Ia menyebutkan, dalam satu TPS hanya diwajibkan 500 pemilih. Jika dalam satu desa lebih dari 1.000 lebih pemilih, maka harus dibangun dua hingga tiga TPS.

“Anggaran ini bukan hanya pembuatan TPS, namun hingga penggajian petugas TPS-nya dan lainnya,” terangnya.

Sebut dia, meski saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung, namun bukan kendala untuk bisa menggelar Pilsang di 96 desa, dari 200 desa se-Bolmong.

“Dari 200 desa se-Kabupaten Bolmong, 96 desa di antaranya dipastikan menggelar Pilsang serentak tahun 2021 ini,” pungkas Deyselin.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Isnaidin Mamonto menambahkan, pelaksanaan Pilsang serentak di 96 desa di Kabupaten Bolamong, mengacu pada Permendagri Nomor: 72 tahun 2020.

“Kita tetap akan mengusulkan penambahan anggaran, karena secara teknis akan berbeda, dan sesuai dengan Permendagri yang dimaksud, tetap dengan penegakan prokes Covid-19,” sebut Isnaidin.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here